Sukses

Efek Samping KB 3 Bulan

12 Jun 2017, 09:18 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok saya ikut kb 3bulan dan selama saya kb saya tidak pernah haid selama 5 bulan ini Itu gimana ya dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mengandung long-acting progestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN) dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan. Hormonal ini akan berfungsi sebagai alat pencegah kehamilan dengan cara kerja mempengaruhi sistim hormon di dalam tubuh.

Salah satu efek samping dari hormon tersebut adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik bisa tidak mens. Setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Darah tersebut berasal dari peluruhan lapisan dinding rahim seperti darah haid yang mengalami ketidakteraturan akibat pengaruh hormon.

Jika Anda tidak nyaman dengan KB Suntik 3 bulan, Anda dapat mengganti dengan metode KB yang lain. Sebelum memilih jenis kontrasepsi dari program KB (keluarga berencana), tentukan terlebih dahulu dari tujuan Anda menggunakan kontrasepsi dan waktu untuk mendapatkan kesuburan Anda kembali (dalam beberapa tahun). Pemilihan juga harus disesuaikan dengan usia pengguna. Metode kontrasepsi tersebut dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu dengan metode barrier (penghalang) sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil dan suntik KB.

Selain itu terdapat juga metode kontrasepsi alami yang tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan), namun risiko terjadinya kehamilan akan lebih tinggi jika menggunakan metode kontrasepsi alami.

Sebelum memilih jenis metode kontrasepsi yang tepat untuk anda, anda harus mengetahui kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektifitas dari masing-masing metode kontrasepsi tersebut. Ada baiknya juga Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.  

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar