Sukses

Seputar Herpes

12 Jun 2017, 02:55 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok saya mau tanya , Saya pernah melakukan hubungan intim dengan pasangan saya, dan pada saat itu , itu adalah pengalaman pertama kami dalam melakukan hubungan intim. Baik saya maupun pasangan saya tidak pernah mempunya pengalaman bercinta sebelumnya. Saat pertama kalo melakukannya kami menggunakan pengaman, namun agak lama kami jarang menggunakan pengaman dan bahkan melakukan oral tanpa pengaman .Seiring berjalannya waktu sekitar 1 tahun, Saya mengalami bintil bintil pada penis saya , dan saya mengecek ke dokter. Dokter memvonis saya terkena penyakit Herves. Yang saya bingungkan , saya dan pasangan saya tidak pernah mempunyai pengalaman seks dan kami pertama kali melakukannya. Bagaimana mungkin saya bisa terkena penyakit kelamin seperti Herpes ? Apakah ada faktor lain penyebab munculnya Herpes selain melakukan seks bebas atau melakukan hubungan intim dengan penderita ? Terima kasih dok

Terimakasih telah bertanya tentang bintil penis melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Kami perlu menanyakan hal-hal berikut terkait bintil pada penis:

  • Sejak kapan keluhan ini terjadi? Bagaimana munculnya?
  • Apakah terdapat lecet atau luka pada penis Anda?
  • Apakah terdapat kelainan kulit lain yang menyertai di sekitar area timbulnya 'jerawat'?
  • Apakah terdapat keluhan lain seperti nyeri saat BAK, keluar nanah dari penis, dll?

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, perlu juga diketahui konsistensi bintil, apakah berisi cairan (bening/nanah/darah) atau padat, bagaimana daerah kulit sekitar, apakah ukurannya menetap atau cenderung membesar, dan lain sebagainya.

Memang bintil pada penis kerap disebabkan oleh herpes. Terdapat 3 jenis herpes yang sering menyerang kelamin, yaitu herpes simpleks virus tipe 1 (HSV-1), herpes simpleks virus tipe 2 (HSV-2), dan herpes zoster. HSV 1 dan herpes zoster jarang berlokasi pertama kali di kelamin, kalaupun sampai kelamin biasanya karena tangan yang mengenai bintil di tempat lain tak sengaja menyentuh penis sehingga tertular. Sedangkan HSV-2 memang kerap ditularkan melalui infeksi menular seksual. Kadangkala tanpa melalui hubungan seksual juga bisa terjadi. Bila ada infeksi menular seksual, seharusnya pasangan Anda pun mengalami hal yang sama. Apakah ada? Infeksi menular seksual tidak selalu harus berganti-ganti pasangan. Bisa juga pada yang tidak pernah berganti-ganti pasangan.

Apakah dokter yang Anda kunjungi adalah dokter spesialis kulit dan kelamin? Bila belum, sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kulit agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat untuk kondisi Anda.

Baca juga:

Yang terpenting saat ini, bintil pada penis harus diobati sesuai penyebabnya. Hindari dulu hubungan intim selama infeksi masih berlangsung. Dan berikutnya gunakan pengaman ketika berhubungan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar bintil penis. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam sehat, 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar