Sukses

Berat Badan Turun Drastis Selama Menyusui

12 Jun 2017, 00:21 WIB
Wanita, 29 tahun.

Hallo dok, saya ibu rmh tanggal 29 tahun dan memilki baby usia 9 ,5 bln dan menyusui. Slma saya melahirkn berat badan saya turun drastis. Berat saya dr msh gadis turun 6 kg. Saya baru tes darah dan hasilnya Fosfatale Alkali 136. Untuk tiroid : Ft4 0.9, TSHs 1.267,T3 (total ) 0.8. apakah penyebab fosfatale alkali saya tinggi melebihi normal? Dgn segitu apakah cukup berbahaya dok?trims

Terimakasih telah bertanya tentang menyusui melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Pada prinsipnya, berat badan yang menurun disebabkan oleh energi yang masuk lebih rendah daripada yang dibutuhkan. Terlebih, ketika Anda menyusui, Anda membutuhkan ekstra 600 kalori setiap harinya. Bila kebutuhan kalori tambahan ini tidak terpenuhi, sebagian cadangan lemak tubuh akan digunakan. Penyebab lain adalah metabolisme tubuh yang cepat (karena faktor keturunan).

Menyusui merupakan salah satu metode 'diet' yang efektif bila dilakukan dengan benar, dalam arti menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan meneruskannya hingga 2 tahun. Namun demikian, bila berat badan yang turun dirasa terlalu berlebih memang bisa juga disebabkan oleh kondisi-kondisi lain seperti hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) misalnya. Hasil laboratorium fungsi tiroid Anda normal saja dan belum ada tanda-tanda ke arah sana. Sedangkan alkali fosfatase hanya sedikit meningkat, dan tidak signifikan. Peningkatan ringan ini umum terjadi pada ibu hamil dan menyusui. Jika peningkatannya 5-10 kali di atas normal, barulah dicurigai ada kelainan tertentu.

Untuk saat ini, yang perlu diperhatikan adalah asupan makanan karena Anda membutuhkan energi untuk tubuh Anda sendiri dan juga untuk memproduksi ASI yang berkualitas. 

Berikut adalah beberapa saran sehat untuk menaikkan berat badan ke rentang ideal dan menjaganya. Prinsipnya adalah konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan porsi yang wajar.

  1. Makan lebih sering. Pada saat Anda masih underweight, akan cenderung cepat kenyang. Karena itu, makanlah lebih sering 5-6x sehari dengan porsi kecil dibandingkan makan dengan porsi besar 2-3x sehari.
  2. Pilih karbohidrat yang kaya nutrisi. Pilih roti gandum yang kaya vitamin B dan sereal/biji-bijian seperti oatmeal/havermut, banyak makan buah dan sayur.
  3. Makan banyak sumber protein. Sumber protein seperti daging merah, ayam, ikan, telur,  dairy products seperti keju dan susu full cream, serta kacang-kacangan. Produk suplemen yang mengandung protein whey juga dapat membantu.
  4. Minumlah smoothies/shakes/yoghurt (dari susu/buah). Hindari konsumsi minuman kemasan yang tinggi kalori namun tidak ada kandungan gizinya.
  5. Jangan minum air putih sebelum makan. Bagi sebagian orang, minum air putih sebelum makan akan mengurangi rasa lapar sehingga makan lebih sedikit.
  6. Perbanyak snack berkalori tinggi. Snack yang dianjurkan seperti keju, buah-buah berkalori tinggi (alpukat, pisang, mangga), ubi manis, roti dengan selai, yoghurt.
  7. Tetap batasi konsumsi gula tambahan dan lemak. Sekalipun Anda underweight, tetap batasi konsumsi gula tambahan dari gula pasir, minuman kemasan dan makanan siap saji lainnya.
  8. Makanlah protein terlebih dahulu sedangkan sayur terakhir. Jika terdapat berbagai jenis makanan di piring Anda, makan terlebih dahulu yang padat kalori dan tinggi protein. Makanlah sayur terakhir, sebab sayur membuat Anda cepat kenyang.
  9. Suplemen kreatin. Konsumsi suplemen yang berisi kreatin monohidrat dapat membantu Anda meningkatkan BB. Perlu diperhatikan agar konsumsi suplemen ini tidak berlebihan supaya tidak membebani hati dan ginjal Anda.
  10. Olahraga. Olahraga jenis strength training, akan membantu meningkatkan BB Anda, dengan membentuk otot. Olahraga juga akan meningkatkan nafsu makan Anda.
  11. Pastikan tidur Anda berkualitas. Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk pertumbuhan otot Anda.
  12. Jangan merokok. Perokok cenderung memiliki BB yang lebih kurang daripada bukan perokok. Berhenti merokok juga berhubungan dengan peningkatan BB.

Bila setelah melakukan saran-saran di atas, berat badan Anda tetap turun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter penyakit dalam. Semoga Anda dan bayi sehat selalu!

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar menyusui. Semoga bermanfaat. (FA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar