Sukses

Meningkatkan Berat Bedan Anak

11 Jun 2017, 11:11 WIB
Wanita, 33 tahun.

Dok, anak saya lahir pada 10 November 2016 dengan BB 2,7 kg TB 51 cm, saat ini usia 7 bulan BBnya stuck di 5,5 kg termasuk kurang, sedang PB 65 cm lingkar kepala 43,5cm (masih dipersentil 50% kurva WHO ) rinciannya sbb Bulan 1 BB naik 1 kg, 3,7 kg Bulan 2 BB naik 5 ons 4,2 kg Bulan 3 BB naik 4 ons 4,6 kg Bulan 4 BB naik 4 ons 5 kg Bulan 5 BB naik 4 ons 5,4 kg Bulan 6 BB dan ke 7 timbangannya masih diangka 5,5 (khusus bulan ke 7 penimbangan dilakukan tanpa pakaian). Anak saya full ASI, saya coba menghitung konsumsi ASInya masih normal sekitar 150 ml/kg BB. Saya memberikan MPASI dini mengingat anaknya sudah semakin aktif, menujukkan tanda tanda siap makan, utamanya adalah kurang signifikannya kenaikan BB. Awalnya saya berikan menu tunggal dengan pengencer ASIP. Makan 3 kali sehari kurang lebih 1,5 sdm. setelah satu bulan saya berikan menu 4* lengkap, sering double protein juga dengan lemak tambahan seperti unsalted butter, lemak nabati. Makan 3kaki sehari @ 2 sdm, dengan satu atau dua kali cemilan berupa biskuit atau puree buah, atau buah lumat. Anak saya tergolong susah tidur, kalau tidur sebentar sekali, disisi lain anaknya sangat aktif dibandingkan teman teman sebayanya. Pernah emngalami sakit batuk pilek yang agak lama diusia 6-7bulan, selebihnya sehat ceria, perkembangannya bagus sesuai milestone Perlu dokter ketahui saya dan suami tergolong berpostur kecil, saya saat kecil dulu termasuk kurus sekali,hanya 19 kg diusia 10 tahun, demikian pula dengan saudara perempuan saya, anaknya juga kexil mungil meski ayahnya tinggi besar diatas ratabrata postur orang Indonesia. Beberapa Sepupu sepupu saya juga anak anaknya juga kurus sekali sewaktu usia bayi dan balita. Saya tidak menginginkan anak saya gemuk gimbul dok, hanya saja bila asupan gizinya kurang terpenuhi saya khawatir berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Apakah anak saya memerlukan tambahan nutrisi khusus atau bagaimana mengingat kebutuhan kalorinya yg tinggi, juga kurangnya jam tidur untuk bayi seusianya? Atas jawaban dan perhatian dokter, saya sampaikan terimakasih

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi di Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Masalah gizi anak memang selalu menjadi topik utama bagi orangtua. Apabila anaknya tampak kurus, kekhawatiran orangtua terjadi, akankah anak mereka dapat memiliki tumbuh kembang yang sesuai atau tidak. Apabila Anda dan pasangan termasuk kurus, ada kemungkinan anak Anda mengikuti jejak Anda. Pada beberapa anak memang terlihat kurus, karena memiliki kecenderungan genetik untuk menjadi kurus. Namun, apabila setelah diperhatikan berat badannya yang menurun drastis, hal ini harus didiskusikan lebih lanjut ke dokter. Penurunan berat badan dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit yang mendasari.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menaikkan berat badan anak Anda adalah dengan memberikan makanan tinggi kalori yang sehat. Berikut adalah daftar makanan tinggi kalori yang sehat yang dapat diberikan kepada anak Anda:

· Susu: Susu, keju, yogurt, es krim, krim sup, puding

· Protein: Telur, selai kacang, sup kacang, kacang-kacangan

· Karbohidrat: Roti, makaroni dan keju, pasta, roti, pancake, kentang tumbuk, sereal

Jika anak Anda adalah pemilih makanan dan menolak untuk menambah makanan baru dalam makannya, dapat dicoba juga dengan menggunakan suplemen makanan cair berkalori tinggi sesuai rekomendasi dokter. Namun harus dipastikan bahwa jumlah konsumsi susu, suplemen makanan cair, dan jus yang anak Anda makan jangan sampai membuatnya kenyang sehingga melupakan menu makan utamanya. Cobalah untuk membatasi jus untuk tidak lebih dari satu cangkir sehari dan susu tidak lebih dari dua cangkir sehari.

Apabila anak Anda dirasakan sudah mendapatkan cukup kalori tapi tampaknya belum mendapatkan berat badan ideal, terus bekerja sama dengan dokter untuk menemukan kondisi yang mendasari. Seluruh dokter spesialis anak memiliki kompetensi yang sama untuk mengevaluasi kondisi buah hati Anda dan memberikan penanganan yang terbaik.

Tetap memantau pertumbuhan anak Anda menggunakan grafik berat badan menurut usia dan grafik berat badan menurut tinggi badang WHO (World Health Organisation). Mintalah bantuan petugas kesehatan dalam mengisi grafik tersebut.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Salam sehat,

 

0 Komentar

Belum ada komentar