Sukses

Tekanan Darah TInggi

11 Jun 2017, 08:32 WIB
Wanita, 54 tahun.

Adakah saya hypertension klu tekanan darah saya 159/50 Pulse 59

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah bertanya seputar tekanan darah menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Menurut data tekanan darah yang Anda sampaikan sudah masuk dalam hipertensi. Namun, seringkali seseorang begitu mudah mengatakan diri memiliki atau tidak memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan sekali pemeriksaan saja. Apakah bisa demikian? Sayangnya tidak. Tekanan darah manusia dapat bervariasi dalam sehari, bergantung pada aktivitas fisik dan juga fluktuasi emosi. Untuk itu, diagnosis tekanan darah tinggi tidak dapat ditegakkan hanya melalui satu kali pemeriksaan tekanan darah tinggi. Sebaiknya Anda melakukan kontrol tekanan darah Anda secara berkala.

Hipertensi adalah suatu kondisi kesehatan ketika tekanan darah seseorang lebih tinggi daripada nilai standar normal.

Menurut the Joint National Committee VII (JNC VII), hipertensi diklasifikasikan seperti dibawah ini :

KLASIFIKASI TD SISTOLIK   TD DIASTOLIK
Normal < 120 mmHg dan < 80 mmHg
Pre Hipertensi 120-139 mmHg atau  80-89 mmHg
Hipertensi Std 1  140-159 mmHg  atau 90-99 mmHg
Hipertensi Std 2 >= 160 mmHg   atau >= 100 mmHg

Menurut tabel diatas Anda menderita hipertensi stadium 1.

Sistolik atau angka atas dari pengukuran tekanan darah adalah pengukuran tekanan darah ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke pembuluh darah aorta (menyalurkan darah ke seluruh tubuh) dan pembuluh darah pulmonal (menyalurkan darah ke paru). Apabila terjadi peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah (terutama aorta), maka jantung akan membutuhkan tekanan lebih besar untuk memompa darah ke dalam pembuluh darah (sesuai dengan hukum fisika dimana gradien tekanan mengalir dari tinggi ke rendah). Peningkatan tekanan pembuluh darah dapat terjadi karena pengerasan pembuluh darah (arteriosklerosis) akibat dari penumpukan kolesterol, penyakit diabetes melitus, atau proses penuaan. Apabila jantung meningkatkan tekanannya maka secara otomatis tekanan darah sistolik akan meningkat. Hal itulah yang disebut dengan prehipertensi, hipertensi derajat 1 dan 2. Seseorang dengan prehipertensi umumnya hanya membutuhkan diet rendah garam, olahraga, dan perubahan pola hidup lebih sehat untuk menormalkan tekanan darahnya. Diastolik yang normal tidak masalah, yaitu di bawah 80 mmHg.

 Diastolik atau angka bawah pengukuran tekanan darah adalah tekanan ketika jantung sedang mengisi darah sebelum dipompakan. Peningkatan diastolik umumnya karena gangguan hemodinamik atau sirkulasi. Peningkatan diastolik umumnya terjadi pada usia muda. Penatalaksanaannya sama seperti peningkatan sistolik. Obesitas banyak berkaitan dengan peningkatan tekanan darah diastolik.

Tekanan darah tinggi dapat ditandai dengan peningkatan tekanan sistolik dan diastolik atau salah satunya saja.

Bagaimana dapat mengetahui kalau Saya memiliki tekanan darah tinggi?

Namun, yang perlu diperhatikan adalah diagnosis hipertensi tidak dapat ditegakkan hanya dengan satu kali pemeriksaan saja. Rekomendasi pemeriksaan tekanan darah untuk mendiagnosis hipertensi harus dilakukan paling tidak dalam 3 kali kunjungan. Pemeriksaan darah perlu dilakukan dengan alat pemeriksaan standar yang akurat dan paling baik dalam posisi duduk tenang.

Pada saat pemeriksaan tekanan darah, kondisi orang yang diperiksa juga harus diperhatikan. Pasien pada saat itu:

Dalam keadaan tenang paling tidak 5 menit sebelum pemeriksaan.
Tidak merokok atau minum kopi 30 menit sebelum pemeriksaan.
Tidak menahan kencing. Sebaiknya sudah pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum pemeriksaan. Kandung kemih yang penuh dapat membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi dari normal.
Pemeriksaan dilakukan paling tidak 2-3 kali dalam 1 kunjungan dengan jarak 2 menit masing-masing pemeriksaan.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar hipertensi, semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar