Sukses

Sulit Buang Air Besar Saat Puasa

11 Jun 2017, 01:56 WIB
Wanita, 18 tahun.

Halo dok , saya umur 18 tahun , memasuki bulan puasa ini pencernaan saya tidak lancar dok , sudah seminggu saya belum BAB gatau kenapa saya tidak merasa mules ataupun ingin BAB . tolong sarannya yaa dok

Terima kasih telah bertanya tentang susah buang air besar saat puasa melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu.

Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Sebaiknya bila BAB keras jangan dibuang dengan memaksa / mengedan terlalu keras. Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid. Perdarahan pada wasir jika tidak terlalu banyak dapat berhenti sendiri, namun jika luka daerah tersebut terlalu luas maka perdarahan dapat sulit berhenti.

Penanganan konstipasi awal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung. Alternatif lain adalah teh daun jati yang mengandung sennosida yang bersifat memiliki sifat sebagai laksatif alami. Namun bila diminum berlebihan dapat timbul efek samping seperti diare, nyeri/kram perut, atau mual. Karena itu sebaiknya tidak dimunum secara berlebihan.
    Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab dan penanganan konstipasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai penanganan konstipasi. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar