Sukses

Cara Membersihkan Vagina Saat Hamil

09 Jun 2017, 18:34 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok , mau tanya cara ngebersihin vagina saat hamil gimana caranya iya ? Apa boleh pake sabun sirih apa sabun mandi

Terima kasih telah bertanya seputar pembersih vagina melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Menjaga kebersihan vagina sebenarnya mudah dilakukan. Membersihkan organ kewanitaan dapat dilakukan dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik Anda melakukannya pada saat mandi sore hari.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:
1. Perhatikan Sabun yang Digunakan
Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek rileks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.

2. Perhatikan Bahan Celana Dalam yang Dikenakan
Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.

3. Perhatikan Teknik Cebok atau Teknik Membersihkan Vagina
Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.

4. Konsultasikan ke Dokter Terlebih Dahulu Jika Menggunakan Pembersih Vagina
Hindari berbagai produk pembersih, sebab belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.

Cuci vagina (douche) dapat mengubah pH dan komposisi flora normal pada vagina. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang rutin mencuci vagina memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami iritasi vagina dan infeksi dibandingkan yang tidak. Hal ini sudah disahkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Pemakaian cairan pembersih vagina secara rutin dan dalam jangka waktu lama tidak dianjurkan karena dapat mengganggu lingkungan alami vagina. Cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang ada pada vagina- bakteri 'jahat' vs flora normal/'baik'. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi.

Mengenai sabun pembersih herbal, sejatinya memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan sabun pembersih vagina yang dijual di pasaran. Sebenarnya, membersihkan dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah iritasi dan alergi.

Perlu diketahui bahwa vagina secara normal mengeluarkan lendir yang sering disebut keputihan. Keputihan yang wajar adalah yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak banyak. Namun, jika keputihan menjadi tidak wajar, yaitu berwarna (putih susu, kekuningan, atau bahkan hijau), tercium bau dan banyak mengeluarkan lendir, sebaiknya Anda mengkonsultasikan diri ke dokter umum atau spesialis kulit dan kelamin terdekat untuk mengetahui penyebab jelasnya.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai pembersih vagina. Semoga bermanfaat.

 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar