Sukses

Nyeri Saat Haid dan Perdarahan Haid Berlebih

09 Jun 2017, 10:09 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok kenapa ya setiap hari pertama menstruasi saya harus mengalami nyeuri yg berlebihan bukan hanya nyeuri tapi juga disertai mual dan harus sampe muntah setelah muntah nyerinya sedikit berkurang tapi itu jadi kebiasaan disetiap hari pertama menstruasi harus muntah2. Dan berkaitan dengan darah haid disetiap hari pertama darahnya sangat cair pernah sampe jatuh ke lantai padahal sudah memakai celana lalu setelah darahnya jatuh saya langsung mengalami pusing dan gelap keleyengan. Bagaimana dok apakah yg saya alami itu parah? Apakah ada gangguan dari dalam? Dan sampai kapan saya harus mengalami nyeri hari pertama setiap mens lalu adakah solusinya?

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Normalnya siklus haid seorang wanita berlangsung setiap 21-35 hari selama 3-7 hari dengan jumlah perdarahan yang keluar berkisar antara 20-60 ml/hari. 

Kemungkinan yang menyebabkan pusing dan keleyengan karena jumlah darah menstruasi anda yang melebihi 60 ml.

Terdapat beberapa penyebab dari haid berlebih, di antaranya:

Gangguan hormonal
Penyebab paling umum dari haid yang banyak adalah gangguan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini paling sering dijumpai pada remaja yang baru mulai haid pertama.

Polip endometrium
Polip (semacam gumpalan daging) yang tumbuh di lapisan dalam rahim (endometrium), dan paling sering dijumpai pada wanita usia 30-an.

Uterine fibroid
Uterine fibroid merupakan tumor jinak yang berasal dari otot dan tumbuh di dalam rahim.

Adenomyosis
Adenomyosis merupakan suatu kondisi ketika lapisan rahim tertanam di dalam dinding rahim dan dapat membesar serta menyebabkan nyeri.

Kanker
Kanker dapat terjadi di lapisan endometrium, ovarium, dan mulut rahim. Salah satu gejalanya adalah perdarahan.

Selain itu, kondisi lain yang dapat menyebabkan haid berlebihan adalah:

Obat-obatan pengencer darah seperti warfarin.
Kelainan bawaan pada janin.
Infeksi.
Gangguan tiroid.
Gangguan pembekuan darah.

Nyeri sewaktu haid disebut dismenore (dysmenorrhea). Nyeri ini terasa di perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Dapat bersifat hilang timbul atau terus menerus. Nyeri ini diduga terjadi akibat adanya kontraksi rahim pada saat mengeluarkan darah haid. Sering kali rasa tidak nyaman di perut bawah dan mual disalah artikan sebagai dismenore, oleh karena itu istilah ini hanya digunakan jika terasa nyeri yang demikian hebat, hingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitasnya untuk beberapa jam hingga beberapa hari.

Dismenore dibagi menjadi 2 berdasarkan penyebabnya;

Dismenore primer. Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa adanya kelainan pada sistem reproduksi yang tampak nyata. Pada tipe ini nyeri terjadi beberapa waktu setelah menarke (menstruasi pertama), biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan pada siklus-siklus mens pada bulan-bulan pertama setelah menarke umumnya belum mengeluarkan sel telur (anovulatoar) yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelum atau bersamaan dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun dalam beberapa kasus dapat berlangsung hingga beberapa hari. Sifat rasa nyeri kolik hilang timbul, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai juga rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya

Dismenore sekunder. Terjadi akibat adanya gangguan pada sistem reproduksi yang nyata, penyebabnya antara lain;

Infeksi. Nyeri terasa sebelum haid

Tumor. Nyeri bersifat kolik/hebat

Penebalan dinding rahim / endometriosis. Nyeri masih ada setelah haid berhenti

 

Kami sarankan agar Anda segera berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan organ reproduksi dengan USG.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar