Sukses

Rokok Elektrik dan Ibu Hamil

09 Jun 2017, 05:10 WIB
Wanita, 21 tahun.

Halo dok, saya mau konsultasi masalah rokok elektrik (vape) dok, suami saya dulunya perokok aktif skrg dia beralih ke rokok elektrik, kenapa ya dok setiap dia "nge-vape" di samping saya, saya sll merasa pusing setelah menghirup asapnya? Dan apakah asap vape ini bisa mempengaruhi kesuburan saya dok? Karena saya dan suami sedang merencanakan kehamilan, tapi smpai sekarang belum ada hasil dok, apa ada kaitannya? Karena saya sempat melihat "liquid" cairan yang digunakan untuk vape itu ada tanda tidak boleh untuk ibu hamil. Terimakasih dok, mohon konfirmasinya

Terimakasih telah bertanya tentang rokok elektrik menggunakan layanan Tanya Dokter.

Banyak yang mengira bahwa menghirup rokok elektrik lebih aman daripada rokok biasa. Faktanya rokok elektrik juga mengandung berbagai zat yang dapat menyebabkan gangguan paru dan kanker. Hanya saja, kadar zat-zat ini lebih rendah daripada rokok biasa. 

Rokok elektrik ada yang mengandung nikotin ada yang tidak, biasanya tertera di kemasannya. Aman tidaknya bagi ibu hamil masih belum ada bukti yang jelas. Yang jelas adalah rokok elektrik belum memiliki regulasi yang jelas seperti rokok biasa. Sehingga belum bisa diketahui persisnya jumlah zat kimia seperti nikotin maupun yang lain, yang terkandung di dalamnya. Karena itu, karena belum ada studi yang menunjukkan efektifitas dan keamanannya, rokok elektrik ini belum disetujui sebagai alat bantu untuk berhenti merokok.

Selengkapnya mengenai rokok elektrik dapat Anda simak di sini:

Jika suami Anda ingin berhenti merokok, yang paling utama adalah niat dan kesungguhan hati dalam mengubah gaya hidup. Cara ini paling ampuh agar rokok tidak lagi menjadi bagian dari hidup. Berikut adalah 5 langkah yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok:

  1. Buat rencana/program berhenti merokok. Setiap orang memiliki cara sendiri yang sesuai dengan dirinya, seperti berhenti merokok tanpa bantuan apapun, menetapkan tanggal berhenti merokok, terapi perilaku dengan konselor, terapi pengganti nikotin, dengan obat, maupun kombinasi pilihan-pilihan di atas.
  2. Berusaha tetap sibuk, misalnya dengan berjalan santai atau berolahraga, mengunyah permen karet, usahakan tangan Anda tetap sibuk dengan memegang bolpen atau tusuk gigi, atau yang lainnya, minum banyak air, relaksasi dengan menarik napas dalam, pergi ke bioskop, menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga yang tidak merokok, makan di restoran yang bebas asap rokok.
  3. Hindari pemicu merokok (bisa orang/komunitas, tempat, barang-barang, dan situasi). Kafein dapat membuat Anda gelisah sehingga dapat memicu untuk merokok. Minumlah air putih.
  4. Tetap berpikiran positif dan berikan reward pada diri Anda setelah tidak merokok selama 24 jam atau bahkan lebih.
  5. Minta dukungan orang lain. Katakan pada keluarga dan teman Anda hari di mana Anda akan benar-benar berhenti merokok. Beritahu bagaimana mereka bisa mendukung Anda menjalani program berhenti merokok.

Dukung upaya suami Anda dan bila masih kesulitan melakukannya sendiri, carilah bantuan kepada dokter yang menyediakan konseling berhenti merokok atau klinik/rumah sakit yang menyediakan layanan ini.

Demikian informasi yang dapat disampaikan tentang rokok elektrik. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam sehat,

Tim Redaksi Klikdokte

0 Komentar

Belum ada komentar