Sukses

BAB cair pada anak

08 Jun 2017, 12:17 WIB
Pria, 21 tahun.

dok mau tanya , anak saya umur 19 bulan. sebelum puasa udah mencret sama muntah langsung saya bawa ke dokter dan udah sembuh. tetapi 2 hari sebelum puasa dia bab dan teksturnya cair dan sampai sekarang kalau bab cair dan kelihatan mulas anaknya. bab nya tidak sering dok cuman 1 atau 2 kali sehari tapi cair dan keliatannya mulas. kira2 kenapa ya dok ??

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terimakasih telah bertanya tentang BAB Bayi Cair melalui fitur Tanya Dokter.

Selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel berarti kondisi bayi Ibu masih bisa dibilang baik. Perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi adalah wajar sebenarnya, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Pertama izinkan kami menjelaskan tentang diare terlebih dahulu. Diare merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan frekuensi BAB yaitu lebih dari 3x dengan perubahan konsistensi BAB menjadi cair. Diare pun dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Dapat disebabkan oleh:
1. virus (paling sering pada anak)
2. bakteri
3. infeksi parasit
4. obat-obatan (kafein, alkohol)
5. penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
6. laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
7. pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)
8. Makanan pedas atau berlemak

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:
1. tinja yang cair atau lunak
2. sering buang air besar
3. nyeri perut / mulas
4. kembung
5. demam
6. Mual muntah
7. darah di dalam tinja

Sudah sejak kapan bayi Anda mengalami diare? Diare pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal seperti intoleransi laktosa, alergi susu, ataupun infeksi (paling sering disebabkan oleh infeksi virus). Apakah anak Anda masih aktif? Bagaimana dengan buang air kecilnya? Kami sarankan agar Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis Anak, agar dapat dilakukan pemeriksaan tubuh dan didapatkan diagnosa gangguan pada anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang BAB Bayi Cair. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar