Sukses

Kesulitan BAB Pada Bayi

08 Jun 2017, 10:59 WIB
Wanita, 25 tahun.

Selamat malam dok, maaf saya mw bertanya dok, bayi saya usia 1 bln 17 hari setiap x mau bab dan kentut selalu menangis dan mengedan padahal fesesnya lembek dok, padahal bayi saya minum asi, terkadang saya lihat perut anak saya membesar dok, apakah ini wajar dok

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Yang dapat terjadi dan perlu Anda waspadai jika anak Anda mengalami sulit buang air besar antara lain :

Pada bayi baru lahir hingga usia 4-6 bulan, tidak mengeluarkan kotoran dan kesulitan untuk buang air besar dapat merupakan suatu pertandan adanya penyakit Hirschprung. Pada penyakit ini usus besar tidak dapat bergerak karena tidak adanya sel-sel saraf pada suatu bagian tertentu usus besar.

Pada bayi usia sampai 1 tahun, konstipasi dapat disebabkan karena perubahan makanan, seperti perubahan dari ASI ke susu formula, penambahan MPASI dan perkenalan terhadap makanan yang lebih padat. Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Anda tidak perlu khawatir selama bayi anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi anda tidak rewel. Memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Warna feses bayi pun dapat beragam mulai dari kekuningan hingga kehijauan.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada anak Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Untuk memastikannya kami sarankan Anda untuk membawa anak Anda ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan secara langsung.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar