Sukses

Rambut Rontok Akibat Jamur, Apa Solusinya?

07 Jun 2017, 00:55 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok, rambut sya rontok parah dan sudah tipis sekali.. kebetulan ciri cirinya sama seperti apa yang tercantumkan pada infeksi jamur di kulit kepala,, apakah rambut sya kemungkinan bisa tumbuh lagi ya dok.. obat ap ya yang bisa digunakan agar jamur bisa hilang dan rambut saya bisa tumbuh lagi? Terimakasih..

Terima kasih telah bertanya seputar kerontokan akibat jamur melalui fitur Tanya Dokter. Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Kerontokan rambut berlebih sendiri didefinisikan sebagai rontoknya 100 atau lebih helai rambut per hari. Kondisi ini dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor herediter (keturunan) dan faktor didapat (seperti penyakit tertentu). Pada faktor didapat, kerontokan rambut berlebih dapat disebabkan oleh infeksi jamur, anemia, demam, sakit tifus ataupun akibat keadaan-keadaan tertentu seperti salah perawatan rambut.

Apakah gejala yang Anda alami pada kulit kepala mirip dengan infeksi jamur? Berikut adalah ciri-ciri infeksi jamur pada kulit kepala:

  • Kebotakan area tertentu di kulit kepala. Biasanya terjadi peradangan, gatal dan bersisik
  • Rasa gatal di kulit kepala
  • Terdapat pustul, atau benjolan kecil berisi nanah di kulit kepala
  • Munculnya ketombe
  • Jika infeksi jamur di kulit kepala sudah parah dapat menyebabkan kerion atau pembengkakan pada area tertentu di kulit kepala, disertai demam dan pembengkakan kelenjar di leher

Bila benar terjadi hal tersebut, maka Anda mungkin terinfeksi jamur kulit kepala. Untuk memastikaan kondisi Anda, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan bila perlu pemeriksaan penunjang oleh dokter untuk memastikan infeksi tersebut.

Penanganan infeksi jamur kulit kepala, atau dalam bahasa kedokterannya tinea capitis, menggunakan obat antijamur. Pada infeksi kulit kepala, obat topikal atau oles saja tidak cukup untuk membasmi jamur tersebut. Penanganan utama yang dilakukan untuk infeksi jamur di kulit kepala adalah menggunakan obat minum selama 1-1.5 bulan bila menggunakan griseofulvin (pilihan pertama). 

Shampo antijamur juga dapat digunakan pada penderita infeksi jamur sebagai terapi tambahan, dan/atau orang disekitarnya untuk mencegah penularan. Gunakanlah shampo yang mengandung 2.5% selenium sulfide, Povidone-iodine, atau 2% Ketoconazole. Pada kasus peradangan yang lebih berat dapat diberikan obat topical (oles) berupa krim ketokonazol, atau krim pragmatar.

Bila hal-hal tersebut telah Anda lakukan, tapi kerontokan tidak kunjung berkurang, segeralah berkonsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk dievaluasi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai kerontokan akibat jamur. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar