Sukses

Nyeri dan Gatal pada Saluran Kencing

06 Jun 2017, 16:11 WIB
Pria, 25 tahun.

saya mau tanya, 3 hari belakang ini, saya merasa sedikit nyeri atau gatal di saluran kencing, dan ada cairan lendir bening seperti sebelum orgasme keluar meski tidak banyak. sebelum nya saya melakukan masturbasi... saya sudah melakukan pemeriksaan hiv, ims, dtu, dan dta, semua hasil nya negatif.. menurut dokter ini kenapa ya.. saya jadi sedikit risih, meski tidak sakit, tapi ini menganggu, krna saya sering uang kecil diakibatkan rasa geli di dalam lubang aliran urine.. terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar nyeri dan gatal di saluran kencing menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Cairan keluar dari penis dapat terjadi secara normal (fisiologis) atau tidak normal (patologis). Secara fisiologis, pengeluaran terjadi saat laki-laki terangsang secara seksual. Cairan ini bersifat pelumas sebelum ejakulasi. Pada pria yang belum disunat, dapat terjadi penumpukan smegma di kulup (frenulum) dan bergabung dengan cairan pelumas ini, sehingga dapat terlihat bercak putih. Bila rangsangan diteruskan, dapat terjadi ejakulasi pada pria yang mengeluarkan cairan mani.

Secara patologis, cairan keluar saat tidak ada rangsangan seksual. Cairan dapat bersifat putih kehijauan atau bening. Keluarnya cairan yang patologis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual ataupun infeksi saluran kemih. Biasanya selain keluhan keluarnya cairan dari kemaluan juga disertai dengan keluhan nyeri saat berkemih,perasaan tidak tuntas saat berkemih, sering berkemih/anyang-anyangan, dan lain sebagainya.
Namun jika cairan tersebut keluar tanpa adanya rangsangan seksual, hal ini bisa mengarah ke gangguan spermatorrhea.

Spermatorrhea atau kebocoran katup air mani adalah terganggunya kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat, sehingga pengeluaran semen terjadi secara berlebihan tanpa disadari pada saat penderita berjalan, bergerak atau bahkan sedang duduk biasa. Bagaimana dengan Anda?

Sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu. Perbedaan ejakulasi dengan kebocoran katup air mani ini adalah, tidak adanya fase orgasme yang terjadi pada kasus ini dan tanpa adanya stimulasi seksual pun, kebocoran katup air mani dapat terjadi. Tidak seperti pada ejakulasi yang selalu dibarengi oleh fase orgasme.

Penyebab

Adanya gangguan pada saraf parasimpatis.

Ketidakseimbangan hormon

Gangguan prostat

Gangguan psikis

Pengaruh buku dan film yang mengandung pornografi serta lingkungan sekitar yang mendukung

Frekuensi masturbasi yang terlalu sering. Masturbasi yang terlalu sering akan menyebabkan perubahan kimiawi dalam tubuh. Perubahan kimia akan menstimulasi saraf parasimpatis yang akan menghasilkan hormone seks sehingga tubuh akan masuk kedalam mode stimulasi saraf simpatis, yaitu suatu mode dimana proses ejakulasi akan terjadi.

Faktor kelelahan yang sangat berat

Infeksi di bagian urethra,glans penis dan adanya phimosis (suatu keadaan dimana ujung preputium (ujung penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik kebawah untuk membuka seluruh kepala penis,sehingga tidak dapat dibersihkan danmemicu infeksi saluran kemih)

Gejala

Semen menetes-netes. Dapat terjadi pada saat tidur, pada saat berpikiran tentang seks, pada saat mengedan sebelum dan sesudah buang air kecil dan pada saat sebelum berhubungan seksual.

Konstipasi

Sakit kepala

Depresi

Kurang konsentrasi

Nyeri punggung

Nafsu makan berkurang

Fungsi penglihatan menurun

Menjadi sering menyendiri

Terapi

Mengurangi frekuensi masturbasi

Perubahan gaya hidup : Olahraga kurang lebih 45 menit dalam sehari, pola makan yang teratur. Menghindari alcohol dan obat-obatan terlarang.

Mengosongkan kandung kemih (berkemih) sebelum tidur

Kami sarankan Anda melakukan konsultasi langsung ke dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui penyebab yang terkait dengan keluhan Anda dan mendapatkan pengobatan optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar