Sukses

Konstipasi dan Infeksi Saluran Kemih

06 Jun 2017, 06:41 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok saya sering buang air kecil, susah buang air besar(Seminggu sekali), nyeri pada bagian pungung n sekitar area ginjal/perut sebelah kiri Padahal untuk minum saya normal. Tapi air kencing tetap jernih.

Terimakasih telah bertanya tentang ISK dan konstipasi melalui fitur Tanya Dokter.

Dari riwayatnya, kemungkinan Anda mengalami gejala infeksi saluran kemih dan juga konstipasi kronis.

1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Demam juga bisa terjadi apabila infeksi telah naik hingga ke ginjal. Apakah Terdapat nyeri pinggang yang menjalar ke selangkangan?

Infeksi saluran kemih umumnya dipicu oleh kebiasaan minum yang sedikit, suka menahan BAK, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

ISK atas maupun bawah harus ditangani dengan pemberian antibiotik sesuai dengan bakteri penyebab. Karena jika tidak diobati segera, peradangan akan terus berlanjut dan dapat mengakibatkan komplikasi pada ginjal. Oleh sebab itu kami sarankan Anda segera menemui dokter untuk diketahui penyebab sesungguhnya serta mendapatkan pengobatan yang tepat.

Selain antibiotik, penderita infeksi saluran kemih umumnya juga diberikan obat antinyeri untuk mengurangi rasa sakit ketika berkemih. Penderita juga diminta untuk minum air putih paling sedikit 2 Liter per hari dan tidak menahan jika ingin BAK.

2. Konstipasi

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit. Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

Bila konstipasi yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, kondisi ini disebut dengan konstipasi kronis. Gejala lain dari konstipasi kronis adalah:

  • BAB kurang dari 3 kali seminggu
  • BAB keras atau bergumpal-gumpal
  • Harus mengedan ketika BAB
  • Terasa seperti ada sumbatan pada rektum yang menghambat pengeluaran tinja
  • Terasa seperti tidak bisa mengeluarkan tinja secara tuntas
  • Memerlukan bantuan untuk mengosongkan rektum, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut atau jari-jari untuk mengeluarkan tinja dari rektum

Bila Anda mengalami 2 atau lebih dari gejala-gejala di atas selama 3 bulan terakhir, artinya Anda mengalami konstipasi kronis.

Terkait penanganannya dapat Anda baca selengkapnya di sini: Konstipasi: Penyebab dan Penanganannya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar ISK dan konstipasi. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar