Sukses

Migrain?

05 Jun 2017, 18:50 WIB
Pria, 16 tahun.

Kenapa ya dok setiap kalo siang siang kepala suka pusing,mata kunang kunang,mual,sama sakit kepala migrain dok... Itu penyakit apa ya dok? Gimana cara nyembuhinnya?

Terima kasih telah bertanya seputar migrain menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak seperti yang Anda rasakan saat ini atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki).

Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncul sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju, red wine)
Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan Cina dan Meksiko
Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
Makanan yang difermentasi
Alkohol (red wine)
Minuman yang mengandung kafein (softdrink, teh, kopi)
Apabila keluhan Anda semakin memberat, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis saraf untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda. Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik menyeluruh, dokter spesialis saraf yang akan menentukan apakah memerlukan pemeriksaan penunjang (seperti CT Scan) pada Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar