Sukses

Cairan Putih Berbau Saat Berhubungan Intim

05 Jun 2017, 10:44 WIB
Pria, 22 tahun.

Malam dokter ..saya mau tanya ..kenapa saya sering keluar cairan putih kental tapi tidak bau ..tapi cuma keluar waktu berhubungan saja dok...apa itu bahaya ..atau tidak dok...trimakasih

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai cairan putih berbau saat berhubungan intim melalui fitur Tanya Dokter. 

Keluarnya cairan dari vagina setelah berhubungan intim merupakan hal yang sering terjadi. Saat berhubungan intim, terjadi proses lubrikasi vagina, sehingga cairan lubrikan. Namun cairan normal yang keluar adalah cairan yang bening dan tak berbau.

Selain itu, karena saat mengalami rangsangan seksual dinding vagina menebal, cairan lubrikan tersebut dapat tertahan di dalam vagina sampai beberapa saat setelah hubungan intim selesai. Hal ini dapat menjelaskan keluarnya cairan dari vagina 1 hari setelah hubungan intim.

Namun, jika ada perubahan dalam jumlah atau kualitas (warna, bau) cairan yang keluar, apalagi jika disertai oleh timbulnya rasa gatal pada daerah vagina, kemungkinan terdapat infeksi dalam vagina tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, perlu diketahui karakteristik cairan yang keluar, seperti warna dan baunya.

Keputihan sendiri dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:

rasa gatal pada kemaluan
rasa terbakar pada kemaluan
bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
keputihan yang bergumpal atau berbusa
Apabila memang ada keluhan seperti yang kami sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas. Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cairan putih berbau saat berhubungan intim. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar