Sukses

Usia 21 Bulan Belum Bisa Bicara

05 Jun 2017, 07:08 WIB
Wanita, 26 tahun.

Assalamualaikum dok..sy mau tanya dok ko,anak saya usia 21bulan belum bisa bicara ya,,tapi kalo disuruh ambil benda apapun dia tau

Terima kasih telah bertanya seputar belum bisa bicara pada anak 21 bulan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Pada prinsipnya, pertumbuhan dan perkembangan masing- masing anak berbeda- beda. Akantetapi ada target perkembangan yang umum dijadikan standar. Dengan memberikan stimulasi yang tepat dan intensif, diharapkan tahapan perkembangannya dapat tercapai dengan optimal.

Pada tahapan sesuai usia si Kecil, kemampuan bicaranya memang diharapkan sudah semakin meningkat. Pada usia 18-24 bulan, rata- rata anak telah memiliki perbendaharaan kata setidaknya 20 kata, yang akan bertambah menjadi 50 ketika ia menginjak usia 2 tahun. Saat itu, Si Kecil juga diharapkankan sudah dapat menggabungkan dua kata, misalnya “mau mamam”. Anak usia 2 tahun juga dapat mengenali berbagai benda dan nama orang terdekatnya. Selain itu, anak dapat memahami dan menjalankan dua perintah sekaligus. Ketika menginjak 2-3 tahun kelak, target perkembangannya dapat menggabungkan tiga atau lebih kata dalam satu kalimat. Ia juga telah mengetahui nama-nama warna dan mengetahui kata sifat (seperti besar-kecil, dingin-panas).

Akantetapi perlu diingat bahwa target perkembangan tersebut hanya panduan secara umum saja, pada kondisi tertentu perkembangan si kecil bisa saja berbeda. Seperti halnya keluhan yang Ibu sampaikan, gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak.

Secara umum, terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara yang terbanyak. Tiga penyebab tersebut adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.

Sebelum berasumsi macam-macam, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebab keterlambatan bicara, misalnya :

Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara

Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri

Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik

Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain

Retardasi mental

Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu

Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tidak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif, maka segeralah dibawa ke dokter anak.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah:

berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan ,beri respon terhadap suara yang anak keluarkan

apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”

jangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ dibanding dengan ‘cucu’

Untuk mendiagnosis bahwa seorang anak mengalami gangguan perkembangan diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter pada anak. Anda dapat juga mengkomunikasikan hal ini dengan psikiater anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar