Sukses

Masalah Sosial Remaja

04 Jun 2017, 22:03 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok,sy ingin bertanya.. sy seorang remaja yg memiliki sifat introvet, hari2 sya hbiskan wktu di rmh brsama keluarga..dan bisa di bilang jarang keluar rmh atw bersosialisasi sehingga lingkungan disekitar pun masa bodoh.. begitupun di sekolah saya di anggap atau dikatakan tidak waras oleh teman2 karena sifat sy yg trlalu introvet.. shingga sy merasa sedih,murung dsb. Sy jga sulit untuk berdialog brsama teman atau org baru... anti terhadap cahaya, yaaa hari2sy bnyk sy habiskan di dalam kamar. Bahkan di rmh pun sy jarang berbicara.. sering melamun,terkadang sy merasakan emosi yg bgitu luar biasa namun tiba"rasa bahagia muncul dngn sndrinya... sdh sya lakukan bbrpa cara mngatasi hal ini sprti brusaha berinteraksi,prbnyk bicara,olhrga tratur... namun tetap sja hari2 sya mrsa trganggu dngn hal ini.. lantas apa yg hrus sy lakukan dok?

Terima kasih sudah bertanya seputar masalah remaja menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.
Kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda.

Fobia sosial pada remaja didefinisikan sebagai kekhawatiran berlebihan untuk melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan rasa malu terhadap diri sendiri atau penilaian buruk dari orang lain. Riset membuktikan fobia sosial remaja merupakan kasus tersering ketiga di Amerika Serikat dan 13% dari warga negara tersebut pernah mengalami kondisi ini. Umur rata-rata seseorang mengalami fobia sosial berkisar dari 12 sampai 17 tahun. Apa penyebab fobia sosial dan bagaimana ciri-ciri remaja dengan fobia ini? Sampai saat ini penyebab pasti fobia sosial belum diketahui secara jelas, namun, ada beberapa hal yang berkaitan erat sebagai penyebab munculnya fobia sosial, misalnya; factor genetika. Pada umumnya, remaja yang memiliki orang tua yang memiliki gangguan kekhawatiran mempunyai kemungkinan untuk mengalami fobia sosial lebih besar dari remaja dengan orang tua yang normal. Kemudian, factor temperamen saat kanak-kanak, misalnya ; malu-malu, tidak suka bergaul, sensitif, dan mudah tersinggung. Menyebabkan pada saat remaja mereka memilih untuk menghindari komunitas sebagai bentuk pertahanan diri dari kekhawatiran yang berlebihan. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah faktor lingkungan luar. Pengalaman kekerasan (baik seksual atau pun non-seksual), ditolak, terperangkap dalam kondisi panik atau ketakutan, dan pengalaman yang sangat memalukan (dicemooh di depan umum atau ditertawakan sekelompok orang) merupakan factor yang dapat menyebabkan seseorang ketika menginjak usia remaja nantinya akan mengalami fobia sosial tersebut. Pada remaja dengan fobia sosial, mereka akan melakukan perhitungan matang untuk melakukan sesuatu didepan umum untuk melindungi diri sendiri dari rasa malu yang mereka takuti. Bahkan dalam kodisi yang lebih ekstrim, untuk menghindari rasa malu atau ketakutan dijadikan sebagai pusat perhatian, mereka cenderung untuk "˜menyimpan diri dalam bayangan", sehingga mata-mata dalam komunitas mereka tidak akan memberikan perhatian sama sekali. Pada umumnya, remaja dengan fobia sosial mempunyai ciri khas yang dapat kita lihat tergantung pada derajat keparahannya. Tanda tanda tersebut antara lain: Kecenderungan untuk menyendiri Tidak suka untuk membuat kontak mata Selalu terlihat gelisah Tidak mampu tampil dengan baik di muka umum Merasa diperhatikan oleh banyak orang Penurunan nilai di sekolah Selain tanda-tanda diatas, pada remaja dengan fobia sosial yang ekstrim, mereka tidak berani melakukan kegiatan normal di tempat umum. Kondisi ekstrim tersebut antara lain, tidak berbicara di telpon, tidak berani buang air kecil di toilet umum, sangat sedikit berbicara pada lawan jenis, bahkan tidak mampu menulis di tempat umum - dalam hal ini sekolah. Fobia sosial bisa berlanjut seiring dengan bertambahnya umur. Walaupun kondisi ini biasanya muncul pada remaja, apabila tidak diselesaikan dapat menyebabkan gangguan pada masa dewasa, bahkan ketika paruh baya. Ketakutan tersebut tidak akan menghilang seiring bertambahnya usia

Apa dampak jika fobia sosial ini dibiarkan? Fobia sosial tidak hanya menyebabkan stress internal pada remaja yang mengalaminya, namun bisa menyebabkan dampak jangka panjang. Seperti depresi berat, kecenderungan untuk terlibat dengan alcohol dan obat-obatan, dan yang terburuk, keinginan bunuh diri yang kuat. Apa terapi yang tepat untuk remaja dengan fobia sosial? Pada umumnya remaja dengan fobia sosial membutuhkan bantuan dari ahli untuk menghindari kemungkinan memburuknya fobia tersebut. Biasanya remaja tersebut akan menerima perawatan dimana ia akan diajarkan untuk menghadapi ketakutannya tersebut, mengonfrontasi hal-hal yang ia khawatirkan secara berlebihan daripada menghindarinya, dan melatih kebiasaannya untuk tampil di muka umum. Dalam kondisi yang sangat ekstrim, ia mungkin akan diberikan obat-obatan yang meringankan gejala tersebut. Fobia sosial bukanlah suatu kondisi "malu berlebihan" yang merupakan bagian dari karakteristik seperti yang umumnya diketahui oleh masyarakat awam. Malu merupakan kondisi tidak terbiasa yang secara perlahan namun pasti akan menghilang seiring dengan kebiasaan dan merupakan respon normal. Kondisi fobia sosial merupakan suatu gangguan, dimana seperti gangguan medis lainnya membutuhkan perawatan dan dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar