Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Meningkatkan Kualitas Sperma dan Penanganan Ejakulasi

04 Jun 2017, 12:17 WIB
Pria, 32 tahun.

Apakah Istri Saya Bisa Hamil,Karena Sperma yang Saya Keluarkan Encer.Dan Apakah Obatnya Untuk Ejakulasi y dok..

Terima kasih telah bertanya seputar sperma encer dan penangan ejakulasi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Sperma dihasilkan di dalam saluran reproduksi pria yaitu testes dan kemudian disimpan dan disalurkan apabila terjadi ejakulasi. Sel sperma akan matang dalam waktu kurang lebih 48 jam. Apabila ejakulasi terjadi lebih dari satu kali dalam waktu kurang dari 48 jam maka kualitas sperma akan berkurang karena sperma belum matang.

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  1. Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
  2. Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria
  3. Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.
  4. Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.
  5. Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.
  6. Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma.

Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan. Memang tidak ada batasan waktu dalam definisi ini, jadi selama Anda merasa ejakulasi Anda cukup memuaskan dan tidak terlampau cepat maka Anda tidak mengalami ejakulasi dini. Namun hal ini paling baik dapat diketahui setelah seseorang melakukan hubungan seksual.
Jika yang Anda maksud sulit atau tidak dapat ereksi maka mungkin Anda mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :
* Kelainan pembuluh darah
* Kelainan persarafan
* Obat-obatan
* Kelainan pada penis
* Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.
Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium. Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa gangguan psikis yang disebabkan karena masturbasi atau onani memang secara tidak langsung dapat menyebabkan ejakulasi dini dan impotensi. Termasuk juga kesulitan untuk ereksi.
Untuk itu saat ini sebaiknya Anda menenangkan diri dan tidak perlu khawatir dan mengatasi rasa bersalah Anda. Alihkan nafsu seksual Anda ke hal-hal lain yang positif seperti yang sudah kami sebutkan di atas sehingga Anda tidak stres. Jika ingin berobat anda bisa mengunjungi dokter psikiater atau dokter urologi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar