Sukses

Efek Samping Aborsi

04 Jun 2017, 12:16 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok, umur saya 23 tahun .. Ingin bertanya, apakah efek dari aborsi ? Sebab saya sudah 2 kali melakukan proses aborsi dan sekarang saya merasa cemas akan dampak atas apa yang saya lakukan. Aborsi pertama saya di lakukan pada tahun oktober 2013 menggunakan obat gastrul kemudian pada tahun mei 2016 kejadian itu terulang kembali, akan tetapi kali ini ada oknum seorang bidan dengan alat medisnya membantu proses aborsi ini,, Dok, saya mau tanya apakah proses aborsi keduanya itu yang telah saya lakukan akan berdampak buruk bagi kesehatan rahim saya ? Sebab akhir2 ini saya sering mengalami keputihan yang lama sembuh walaupun sudah memakai ramuan keputihan ataupun meminum jamu.. Terima kasih dok, di tunggu jawabannya.

Terima kasih telah bertanya seputar efek samping aborsi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan). Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara:

  1. Spontan/alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
  2. Buatan/sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
  3. Terapeutik/medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).

Perlu diketahui jenis tindakan prosedur abortus yang dilakukan dengan menggunakan obat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada Anda. Jika abortus yang dilakukan memang sesuai dengan indikasi medis dan dilakukan dengan prosedur yang benar, maka dengan pemantauan yang baik dan benar biasanya tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh dan kesehatan reproduksi wanita yang bersangkutan, termasuk keputihan yang Anda alami. Namun jika dilakukan tanpa indikasi yang tepat dan dengan prosedur yang kurang tepat maka dapat membahayakan kesehatan tubuh dan kesehatan reproduksi wanita bersangkutan. Kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan segera untuk evaluasi menyeluruh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar