Sukses

Pil KB

02 Jun 2017, 18:38 WIB
Wanita, 37 tahun.

Dok sy mau tanya biasanya sy pake diabe 35 terus karena sy telat menstruasi shg sampe 2 bulan sy tdk ber kb sekarang mens sy sdh lancar apakah sy bs ber kb lg makasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter mengenai pil KB

Pil KB atau kontrasepsi oral hormonal memang berisikan hormon yang mempengaruhi kadar hormonal di tubuh. Respon setiap wanita berbeda-beda di dalam menerima kontrasepsi ini, begitu pula pengembalian kesuburannya. Umumnya pengembalian kesuburan pada pemakai pil KB akan bervariasi dalam jangka waktu 3-12 bulan.

Pil KB adalah pil yang mengandung hormon reproduksi sintetik (progestogen dan kombinasi estrogen-progestogen) yang berfungsi untuk mengatur hormon dalam tubuh manusia guna mencapai manfaat yaitu mencegah terjadinya kehamilan. Efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi pil KB bervariasi pada tiap individu-perdarahan bercak, sakit kepala, payudara tegang, rasa penuh ataupun yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah- sangat tergantung dari jenis pil KB yang diberikan, dosis, dan keadaan individu tersebut. Dari informasi yang Anda sebutkan tidak ada masalah Anda mengkonsumsi pil KB, namun konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kondisi Anda seperti risiko penyakit yang Anda miliki sebelum mulai mengonsumsi pil KB.

Efek samping yang masih sangat kontroversial adalah kejadian kanker yang dihubungkan dengan penggunaan pil KB. Namun, kanker merupakan suatu penyakit yang memiliki penyebab multifaktor, sehingga penggunaan pil KB tidak dapat dikaitkan secara langsung menyebabkan kanker. Jika memang terdapat riwayat kanker di dalam keluarga segera beritahukan dokter Anda, sehingga dapat diantisipasi lebih dini. Penggunaan selama 1 tahun lebih tanpa jeda harus disesuaikan dengan kondisi organ reproduksi Anda. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan mammografi dan pap smear secara berkala guna mendeteksi dini adanya gangguan-gangguan yang mungkin disebabkan oleh hormon.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar