Sukses

Detoksifikasi Tubuh

03 Jun 2017, 19:36 WIB
Pria, 22 tahun.

Salam sejahtera, Dokter. Mohon jawabannya. Saya punya beberapa pertanyaan. 1. Bagaimana cara mendetoxifikasi tubuh? 2. Benarkah perasan air lemon atau jeruk nipis jika dicampur ke dalam segelas air mampu mendetoks tubuh? 3. Benarkah perasan air lemon mampu menambah pH air minum ? 4. Jika benar diet detox itu mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan racun dalam tubuh, tolong dokter berikan contoh menu makanan dan minuman untuk diet detox! Saya tunggu jawabannya, Dokter.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.
Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Masih ingat Farrah Fawcett? Salah sa tu bintang pemeran serial televisi Charlie’s Angels itu pekan lalu diberitakan terkena kanker anal yang sudah menyebar ke hati. Nah, dari kabar yang ditulis berbagai media asing, penyebabnya adalah pembersihan usus besar (colon cleansing) yang sering dia lakukan. Sampai saat ini belum ada metode yang terbukti efektif untuk detoksifikasi, termasuk perasan lemon. Selain itu, apa yang Anda maksud dengan detoksifikasi? Tubuh memiliki mekanisme internal untuk membersihkan tubuh dari zat racun.

Tentu saja, kabar tentang penyebab ini masih belum bisa dinyatakan akurat. Namun hal itu bisa membuka pertanyaan tentang perlu-tidaknya pembersihan kolon. Maklum, penggelontoran usus besar makin di sukai orang kota, sejak paham detoksifikasi menjamur. Selalu saja muncul produk herbal baru yang bisa digunakan untuk proses pembersihan ini.

Dalam pandangan manusia urban, colon cleansing merupakan solusi instan dari gaya hidup mereka yang ”sangat kota”—sibuk, stres, makan tak teratur, terjebak konsumsi junk food, dan tidak cukup olahraga serta istirahat—dan keinginan untuk tetap sehat. Dalam paham pembersihan kolon ini, semua kotoran dan racun yang parkir di usus besar bisa digelontor tuntas—limbahnya banyak, hitam, dan menjijikkan. Sehingga, dengan usus besar bersih, berat badan pun bisa berkurang.

Menurut kelompok yang mengakui kebenaran terapi ini, racun yang bersarang di sepanjang usus merupakan penyebab berbagai gangguan kesehatan seperti artritis (tulang bengkok), alergi, dan asma. Mereka juga percaya bahwa cara ini bisa mengusir penyakit, karena racun yang biasanya bersemayam nyaman dalam lipat an-lipatan usus besar akan digelontor keluar. Alhasil, bila usus besar bersih, selain penyakit tak datang, organ kolonnya pun sehat.

Memang belum ada bukti ilmiah tentang keuntungan terapi kolon ini. Bahkan, bagi para pengkritiknya, pembersihan kolon pada umumnya dianggap tidak penting dan malah bisa membahayakan kesehatan. Meskipun dokter mengharuskan pembersihan kolon sebelum tindakan medis tertentu, seperti kolonoskopi—pemeriksaan kondisi di dalam kolon dengan alat seperti kateter yang dilengkapi kamera—kebanyakan dokter tidak merekomendasikan colon cleansing untuk detoksifikasi.

Yang juga dikhawatirkan, pembersihan kolon malah mengakibatkan risiko dehidrasi. Risiko ini makin besar bila zat pencahar seperti sodium fosfat ikut diguna kan. Zat seperti itu juga bisa membahayakan fungsi ginjal.

Menurut Ari Fahrial Syam, ahli gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ”Terapi kolon hanya bersifat sesaat. Jadi, manfaatnya kurang.” Padahal, dalam hal kesehatan pencernaan—termasuk usus besar—yang dibutuhkan adalah keteraturan.

”Terapi kolon juga bisa mengganggu keseimbangan flora di dalam usus,” tutur Ari Fahrial. Sehingga, menurut dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu, yang jauh lebih penting adalah memastikan proses metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik.

Hal itu dimulai dari cara mengunyah yang benar. Kunyahan yang memadai—teorinya dikunyah 32 kali—dapat memunculkan hormon anti-lapar di dalam otak. Jadi, dengan mengunyah baik, perut bisa kenyang lebih lama, lambung pun tidak perlu terlalu bekerja keras menghancurkan makanan.

Keteraturan lain adalah dengan mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, serta minum lebih banyak. Saran selanjutnya tentu saja olahraga teratur. Sebab, bila badan bergerak, gerakan peristaltik pada usus juga menjadi rancak. Makanan pun terproses baik.

Namun, bila Anda tetap ingin melakukan pembersihan kolon, ada beberapa saran yang diberikan MayoClinic.com.

Mintalah konsultasi dari dokter Anda. Ini perlu apalagi bila Anda sedang dalam pengobatan tertentu.
Pastikan bahwa alat colon cleansing yang dimasukkan ke tubuh adalah baru dan steril, sama sekali belum pernah digunakan.
Telitilah apa saja kandungan herbal yang digunakan, dan ingatlah bahwa tetap ada zat-zat herbal yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Bersikaplah kritis terhadap klaim bahwa terapi kolon seperti itu bisa menyembuhkan penyakit dan meningkatkan kesehatan.
Tetaplah menjaga cairan tubuh selama proses pembersihan usus besar dengan banyak minum air putih.
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar