Sukses

Mengatasi Rambut Tipis

02 Jun 2017, 11:42 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok, rambut saya ini kering, tipis, dan kusam. Soalnya dulu saya sering ganti2 minyak rambut. Bagaimana ya biar rambut saya kembali normal? Trimakasih dok.

dr. Rio Aditya

Dijawab Oleh:

dr. Rio Aditya

Terima kasih telah bertanya seputar mengatasi rambut tipis, melalui fitur Tanya Dokter

Rambut yang tipis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan juga pertambahan usia. Banyak orang yang saat memasuki usia 30 – 40 an, mulai menyadari bahwa rambut mereka mulai menipis, namun pada setiap orang derajat penipisannya akan berbeda-beda.

Rambut tipis dapat juga berkaitan dengan :

  • Kerusakan rambut akibat produk-produk perawatan rambut seperti pewarnaan rambut, mesin pengering rambut, alat-alat catok.
  • Kebiasaan mencabut rambut (trikotilomania).
  • Penggunaan obat-obatan, seperti antidepresan, retinoid, antiinflamasi non-steroid, pengencer darah, obat KB, obat antihipertensi, kemoterapi, dan radiasi.
  • Sehabis menjalani operasi, infeksi berat, stress emosional.
  • Penyakit, seperti lupus dan gangguan tiroid.
  • Keracunan logam berat, seperti talium atau arsen.
  • Malnutrisi, kekurangan protein atau zat besi.
  • Kerusakan struktur rambut akibat terbakar atau trauma lain.
  • Infeksi jamur pada kulit kepala.
  • Gangguan hormonal, seperti pubertas, kehamilan, dan menopause.

Beberapa terapi medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebotakan atau rambut tipis, diantaranya:

  • Suntikan Kortikosteroid
    Injeksi kortikosteroid intralesi merupakan terapi lini pertama untuk alopesia terlokalisasi. Pertumbuhan rambut mulai tampak dalam 4-6 minggu pada pasien yang responsif. Pasien dengan alopesia yang luas dan lama cenderung memiliki respons terapi yang kurang bagus. Obat yang paling banyak digunakan adalah Triamcinolone acotonide (Kenalog) yang disuntik setiap 4 minggu.
  • Krim Olesan Kortikosteroid
    Krim topikal fuocinolone acetonide 0,2% yang dioleskan 2 kali per hari menunjukkan respons yang bagus pada 61% pasien. Terapi dilakukan selama minimal 3 bulan.
  • Minoxidil
    Efektif diberikan pada pasien alopesia areata yang ekstensif (kerontokan 50-90%), namun memiliki manfaat yang kecil pada alopesia universalis dan totalis. Minoxidil diteteskan ke bercak yang mengalami kebotakan dua kali sehari. Pertumbuhan rambut awal akan muncul dalam 12 minggu. Efek samping berupa iritasi dan rambut yang tumbuh berwarna kemerahan.
  • Imunoterapi topikal
    Substansi yang biasanya digunakan adalah diphencyprone (DPCP). Obat ini deiberikan pada kulit yang terkena alopesia dengan tujuan menimbulkan reaksi mirip alergi dan memicu pertumbuhan rambut. Pertumbuhan rambut mulai tampak pada minggu ke 12-24.
  • Psoralen with ultraviolet A light (PUVA)

Untuk mengatasi rambut tipis, tentu harus dilihat dari faktor penyebabnya terlebih dahulu. Sebagai contoh jika disebabkan oleh penyakit tertentu, maka mengobati penyakitnya adalah terapi yang terbaik. Jika penipisan rambut disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, maka penghentian obat dapat mencegah kerontokan rambut lebih lanjut dan rambut akan kembali tumbuh. Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar diketahui penyebab keluhan Anda disertai penanganan optimal.

Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar menangani rambut tipis, Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar