Sukses

Konsultasi Mengenai Skizofrenia

01 Jun 2017, 17:21 WIB
Wanita, 21 tahun.

Selamat pagi dokter, saya mempunyai ibu yang mempunyai penyakit skyzoprenia. Ibu saya telah mengidap penyakit ini sejak saya kelas 4 sd atau saat saya berumur 10 tahun. Awalnya ibu saya berprilaku aneh seperti berhalusinasi naik haji, setelahnya berbisik2 sendiri, berbicara keras yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan sekarang semakin parah lagi jika mama saya marah beliau mulai membuang barang2 seperti gelas. Beliau pernah masuk rumah sakit jiwa saat saya sd 3 kali dan mengkonsumsi obat, saat keluar dari rumah sakit jiwa beliau badanya kaku dan mengeluarkan air liur. Karena keterbatasan ekonomi maka pemakian obat dihentikan. Beliau masih bisa berkomunikasi dengan baik, bahkan beliau masih bisa dagang dipasar, beliau masih menyuci pakaian untuk anak anaknya, masih menggosok baju, masih suka menanam tanaman, masih memasak, semua kehidupanya normal, hanya berbicara sendiri saja yang mengganggu. Dokter apa yang harus saya lakukan sekarang ? Apakah ada pengobatan herbal yang dapat menyembuhkan penyakit ini ? Setidaknya mengurangi halusinasinya ?

Terima kasih telah bertanya tentang skizofrenia melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda mengenai skizofrenia pasti sangat mengganggu Anda.

Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim, dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (waham/keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososial, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mengambil peran sebagai faktor resiko penyebab gangguan tersebut muncul, a.l. :

  • Riwayat skizofrenia dalam keluarga
  • Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
  • Stres lingkungan
  • Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini.

Namun bukan berarti gangguan ini tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara untuk menyembuhkan penderita. Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku.

Jika dibiarkan menahun, efek skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Kami menganjurkan sebaiknya orang yang memiliki gejala atau diduga mengalami skizofrenia mendatangi psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Khusus bagi penderita skizofenia yang berpotensi mengancam keselamatan diri dan lingkungannya sebaiknya dirawat di instansi rehabilitasi psikiatri (rumah sakit jiwa, dll). Untuk skizofrenia ringan dapat berobat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial.

Walaupun kasus kesembuhan pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan mengenai skizofrenia. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar