Sukses

Banyak Makan Penyebab Perut Buncit?

31 May 2017, 11:28 WIB
Wanita, 18 tahun.

Dok kan saya dulunya kurus, tapi pas tahun tahun sekarang saya jadi lebih banyak makan . Tapi kenapa ya dok yang makin besar itu perut saya,jadi buncit dok?

Terima kasih telah bertanya seputar perut buncit melalui fitur Tanya Dokter. Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. 

Makanan tinggi kalori, berlemak serta makanan/minuman manis masih menjadi penyebab perut buncit nomor satu. Selain itu ada beberapa penyebab lain dari perut buncit, yaitu

  • Pengaruh lingkungan
    Peneliti menyebutkan adanya hubungan antara perut buncit dengan alkohol dan merokok. Alkohol dapat menekan pembakaran lemak. Kalori tinggi dari alkohol disimpan sebagian menjadi lemak pada perut, yang sering disebut sebagai beer belly. Merokok menyebakan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan penumpukan lemak di perut.
  • Kurang berolahraga
    Tidak berolahraga menyebabkan kalori yang masuk dari makanan/minuman disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Orang yang tidak berolahraga selama 1 tahun dapat meningkatkan lemak di perut sebanyak 25-38%.
  • Kurang tidur
    Kurang tidur sangat berpengaruh pada kesehatan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan lemak di perut. Studi menunjukkan bahwa sepertiga orang yang tidur di bawah 5 jam cenderung mengalami kenaikan berat badan sebanyak 15 kg.
  • Hormon dan stres
    Pada wanita, menopause menjadi salah satu penyebab perut buncit. Karena kondisi ini berakibat pada hormon esterogen yang menurun drastis, sehingga lemak cenderung disimpan di perut daripada di pinggul dan paha. Hormon stres (kortisol) juga berperan pada perut buncit. Ketika Anda stres, hormon ini akan dihasilkan tubuh secara berlebih. Kondisi ini memicu lemak untuk disimpan di bagian perut daripada disebar di seluruh tubuh.
  • Bakteria perut
    Ratusan bakteri hidup di dalam perut Anda, yang paling banyak terdapat pada usus besar. Kondisi ini normal dan membuat perut sehat. Namun peneliti menemukan bahwa orang yang obesitas memiliki lebih banyak bakteri Firmicutes, yang menyerap kalori lebih banyak dari makanan.
  • Bentuk tubuh
    Bentuk tubuh juga berpengaruh pada terjadinya perut buncit. Tubuh berbentuk apel lebih cenderung memiliki banyak lemak viseral yang disimpan di dalam perut dibanding bentuk tubuh pir.
  • Keturunan/genetik
    Gen adalah salah satu faktor risiko dari obesitas maupun perut buncit. Ini berpengaruh pada kecenderungan lemak untuk disimpan di bagian perut. Gen juga berhubungan terhadap penerima sinyal hormon kortisol dan leptin, yang mengatur kalori masuk dan berat badan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai perut buncit. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar