Sukses

Menurunkan Risiko Diabetes

30 May 2017, 14:06 WIB
Pria, 42 tahun.

Selamat siang dok... Pada tanggal 12 Januari 2017 saya melakukan test HbA1c dengan hasil sbb : -HbA1c (NGSP) hasil 5.3 -HbA1c (IFCC) hasil 34 dan saya rutin sebulan 2 kali test gula darah dengan hasi sbb : -Gula Puasa : hasil nya direntang 97 s.d 101 -Gula 2 Jam PP : hasil nya direntang 98 s.d 107 bulan okt 2016 saya med cek up di kantor dengan hasil sb : -Gula Puasa 107 (saya dites dua kali yang pertama 140 kemudian pihak lab meminta saya untuk cek yang kedua dengan hasil 104 dua tahun yang lalu berat badan saya 78 kg dengan tinggi badan 162 cm sejak itu saya diet sd sekarang (makan dirubah setengah porsi, malam tidak makan nasi diganti buah buahan, sudah jarang makan camilan yang manis, tidak pernah makan daging kecuali ikan dan daging ayam) dan rutin jalan pagi selama 30 menit dan tiap minggu lari kurang lebih 5 km dan berenang sehingga berat badan saya sekarang 65 kg. Sekarang saya mencoba lagi kalo pagi sama siang saya makan dengan porsi normal lagi. tapi kalo malam saya tetap tidak pernah makan nasi (diganti buah buahan)..kalaupun makan nasi paling telat pkl 18.00, namun demikian berat badan saya susah naik lagi stabil di 64 s.d 67, yang menjadi pertanyaan saya dok : 1. Apakah gula darah saya normal ? 2.Apakah saya terkena diabetes atau pradiabetes. 3.Apakah porsi makan saya bisa dirubah lagi ke porsi normal ? 4.Apakah penurunan berat badan saya normal dok dan telah sesuai dok ataukah karena diabetes? mengingat saya suka merasa badan saya kurus. Mohon penjelasannya dok..Terima Kasih..

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Menurunkan Risiko Diabetes melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Berdasarkan perhitungan indeks massa tubuh Anda, berat badan Anda yang 67 kg dengan tinggi 162 cm masih tergolong overweight atau berlebih. Terkait hasil lab gula darah Anda sudah tergolong baik. 

Diabetes Melitus tipe 2 memang memiliki dasar genetik namun sebenarnya bukanlah suatu penyakit keturunan seperti penyakit hemofili (gangguan pembekuan darah) ataupun buta warna. Jadi orang tua yang menderita diabetes tidak akan menurunkan diabetes kepada keturunan mereka. Hanya saja mempunyai orang tua yang menderita diabetes menjadikan keturunannya memiliki faktor resiko untuk menderita diabetes dikemudian hari. Secara umum, jika salah satu orang tua memiliki DM tipe 2, risiko pada anak adalah 1 : 7 jika terdiagnosis sebelum usia 50 tahun, dan 1 : 13 jika terdiagnosis di atas usia 50 tahun. Beberapa peneliti percaya bahwa risiko yang dimiliki seorang anak lebih besar jika orang tua yang memiliki DM adalah ibunya. Jika kedua orang tua memiliki DM tipe 2, risiko pada anak menjadi 1 : 2.

Namun risiko memiliki DM tidak hanya dipengaruhi oleh genetik. Faktor risiko lain, antara lain: obesitas (penumpukan lemak pada daerah perut), kadar trigliserida darah yang tinggi, rendahnya kadar kolesterol HDL (kolesterol yang "baik"), kadar gula darah setelah makan > 200 mg/dl, sedangkan kadar gula darah puasa > 100, adanya rambut yang berlebih pada wajah atau tubuh (perempuan), atau diabetes saat kehamilan. Untuk itu, Anda setidaknya perlu melakukan pemeriksaan darah rutin kadar kolesterol serta kadar gula darah (setelah makan dan puasa).

Diabetes dapat terjadi pada semua orang, tidak hanya pada penderita obesitas. Namun, obsesitas merupakan salah satu dari faktor risiko diabetes melitus. Apabila Anda mempunyai riwayat keluarga DM, menurut pendapat kami sebaiknya mulai saat ini Anda sudah harus mulai waspada terhadap DM, dengan cara merubah gaya hidup. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan adalah :

Pertahankan berat badan pada kondisi ideal
Perbanyak makan makanan yang berserat (sayur dan buah-buahan)
Hindari makan makanan yang banyak mengandung karbohidrat
Olahraga teratur
Lakukan test gula darah rutin 1-3 bulan sekali (terdiri dari gula darah puasa dan gula darah 2 jam sesudah makan atau GDPP)
Selain itu, Anda juga perlu mengenali gejala-gejala utama dibetes melitus supaya Anda lebih waspada dan dapat mengenali adanya penyakit ini secara dini, supaya terapi yang didapatkan lebih optimal dan dapat terhindar dari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi.

Saat ini kondisi gula darah puasa Anda kategori normal , tapi kondisi dibagi dalam :

Normal : GDN < 110 mg/dl
Intoleransi Glukosa : GDN 110 - 125 mg/dl
Diabetes : GDN > 126 mg/dl
Di masyarakat banyak yang membedakan diabetes menjadi dua macam, yaitu diabetes kering dan diabetes basah. Kami mencoba meluruskan, diabetes kering dan basah keduanya termasuk di dalam Diabetes Melitus tipe 2. Diabetes kering adalah yang banyak disebut masyarakay awam merupakan tahap awal dari penyakit diabetes melitus tipe 2. Sementara, diabetes basah merupakan istilah masyarakat awam yang merujuk pada penyakit diabetes melitus tipe 2 yang masuk ke tahap lanjut, dengan gejala seperti munculnya rasa gatal-gatal di kulit, luka yang sulit disembuhkan, sampai adanya organ tubuh yang membusuk. Namun dunia medis sendiri tidak ada pembagian diabetes kering dan basah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Menurunkan Risiko Diabetes. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar