Sukses

Seputar Bacterial Vaginosis

29 May 2017, 11:58 WIB
Wanita, 27 tahun.

Apakah Bacterial Vaginosis (BV) yang berulang dapat menyebabkan cervical erosion atau ectropion? Sy memiliki BV dan juga cervical erosion baru2 ini. Test untuk virus dan bakteri aerob dan anaerob semua negatif. Hanya gardnella vaginalis dalam jumlah banyak dan lactobacili sangat sedikit.

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter

Vaginosis Bakterial (BV) timbul akibat perubahan kimiawi dan pertumbuhan berlebih dari bakteri anaerobik yang berkolonisasi di vagina. Gejala yang paling sering terjadi keputihan berwarna kuning hingga kehijauan disertai gatal, bau amis.

BV merupakan penyebab keputihan abnormal tersering pada wanita usia subur. BV lebih sering terjadi pada wanita yang aktif secara seksual.

BV dapat menimbulkan gejala maupun tidak. Jika menimbulkan gejala, penanganannya ialah dengan menggunakan antibiotik. Salah satunya adalah metronidazol. Metronidazol adalah antibiotik yang cukup baik untk bakteri anaerob . Antibiotik harus digunakan atau dikonsumsi hingga tuntas sesuai anjuran dokter agar penyakit tuntas terobati.

Penanganan lain yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu dengan cara :

Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam, lebih baik bila tidak menggunakan
Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
Menjaga kebersihan area genital sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.

Bila tidak ditangani dengan benar, BV dapat menimbulkan komplikasi. Pada wanita hamil salah satu komplikasi yang ditakutkan bila tidak diobati adalah terjadinya persalinan prematur. Komplikasi pada wanita non hamil ialah timbul endometriosis atau penyakit radang panggul. Selain itu, BV dapat meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual.

Bila diobati dengan benar, BV dapat sembuh dengan total. Yang terpenting adalah gunakan obat sesuai anjuran dokter. Bila setelah obat habis dan keluhan masih ada atau tidak berkurang segera berkonsultasi kembali dengan dokter yang menangani Anda.

Erosi serviks merupakan temuan yang umum pada pemeriksaan ginekologis rutin pada perempuan usia subur. Erosi didefinisikan sebagai ausnya jaringan. Serviks terdiri 2 tipe sel, bagian luar oleh sel skuamosa dan bagian dalam oleh sel glandular yang mensekresi mukus. Ketika terjadi erosi lapisan sel skuamosa digantikan oleh sel epitel kolumnar dari bagian dalam serviks. Keadaan ini menyebabkan jaringan lebih mudah terinfeksi atau mengalami inflamsi.

Keadaan ini umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun dapat ditemukan gejala berupa peningkatan sekresi mukus dari vagina atau perdarahan dari vagina. Penyebabnya umumnya tidak diketahui, namun dapat terjadi saat hamil, pasca melahirkan, atau penggunan kontrasepsi oral. Beberapa perempuan lahir dengan erosi serviks dan tidak menunjukkan gejala. Risiko terjadinya erois meningkat dalam keadaan stress, infeksi vagina berulang, dan obesitas.

Demikian, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar