Sukses

Keputihan Saat Hamil, Apakah Berbahaya?

28 May 2017, 23:42 WIB
Pria, 25 tahun.

Selamat malam dok saya mau tanya tentang kehamilan istri saya yang umur ke hamilannya 2 bln dia merasa perutnya berat trus keputihan trus apakah itu bahaya untuk debay atau tidak dan satu lagi waktu kemarin hari rabu istri saya ke dokter kulit karna punya pnyakit gatal bernanah trus sama dokternya di kasih amox sama salem apa tidak2 apa2 dok mohon jawabannya terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar keputihan saat hamil melalui fitur Tanya Dokter. Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Cairan vagina yang berlebihan bisa terjadi pada saat kehamilan. Penyebabnya antara lain karena perubahan kadar hormon estrogen, serta terjadinya peningkatan aliran darah ke daerah vagina saat kehamilan.

Keputihan terbagi atas dua jenis, yakni keputihan normal maupun abnormal. Dalam keadaan normal cairan vagina berwarna jernih dan tidak berbau ataupun gatal. Namun ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, serta disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll), maka menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal.

Apabila Anda mengalami keputihan abnormal, segera hubungi dokter yang merawat Anda karena jika tidak segera ditangani dapat membahayakan janin.

Sementara itu, cairan keputihan normal saat kehamilan tidak memerlukan pengobatan khusus dan tidak perlu dikhawatirkan.

Ciri Keputihan Abnormal dan Penyebabnya

Ketahuilah ciri-ciri keputihan karena beda gejala, beda pula penyebabnya.

  • Jika keputihan saat hamil tidak berbau namun terdapat gejala nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual, gatal dan rasa panas, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis terutama setelah berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna kuning disertai bau, vagina terasa gatal dan berwarna merah, serta rasa tidak nyaman saat berkemih dan berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh bakteri trichomoniasis yang berasal dari infeksi akibat berhubungan seksual.

Penanganan Keputihan Abnormal

Penanganan untuk keputihan abnormal tergantung dari penyebabnya, seperti:

  • Pemberian obat antimikotik seperti mikonazol untuk penanganan infeksi jamur.
  • Pemberian metronidazole untuk penanganan trichomonas vaginitis dan bakteria vaginosis.
  • Pemberian antibiotik

Kiat Mengurangi Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal dapat dikurangi dengan berbagai cara, seperti menghindari penggunaan panty liner setiap hari, selalu menggunakan celana dalam berbahan katun, serta tidak memakai celana dalam berbahan sintetis dan ketat. Cara lainnya adalah:

  • Setelah mandi, pastikan area genitalia dikeringkan dengan handuk kering, bukan dengan tisu kering.
  • Apabila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang dengan menggunakan handuk. Hal ini dapat. mengurangi risiko terpapar bakteri yang berasal dari anus.
  • Jangan melakukan tindakan douche atau pembilasan vagina, karena tindakan ini dapat mengganggu keseimbangan pH di vagina serta menyebabkan infeksi vagina.
  • Hindari penggunaan pembersih vagina dan sabun yang mengandung pengharum.

Bila istri Anda diberikan amoxicillin, obat tersebut dikategorikan B untuk ibu hamil. Kategori B berarti bahwa 'may be acceptable', diperbolehkan untuk ibu hamil karena pada studi terhadap hewan tidak menunjukkan adanya risiko. Konsumsi antibiotik harus diberikan sampai habis.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keputihan saat hamil. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar