Sukses

Penyakit Sinusitis

28 May 2017, 22:33 WIB
Wanita, 26 tahun.

Halo dok! Selama sebulan kemarin saya batuk berdahak. 2 minggu batuk, saya mengalami sakit kepala seperti diremas-remas selama 3-4 hari (hari ke 2 masuk UGD). Rasa sakitnya di seluruh kepala, dan kalau makin bertambah sakit akan terasa mulai dari Batang leher sampai atas kepala. Setelah sakit kepalanya hilang saya terserang flu, hidung tersumbat dan masih dalam keadaan batuk. Seminggu setelah sakit kepalanya hilang, kembali lagi terasa sampai 4 hari (awal terasa kembali di bawa ke UGD) saya tidak bisa beraktifitas. Flu memang biasa terjadi pada pergantian musim, yg membuat saya panik adalah rasa sakit kepala yg belum pernah saya rasakan. Bahkan bicara saja akan menambah rasa sakitnya (karna ada getaran di tenggorokan), dan harus sholat dalam keadaan duduk karna kalau menunduk akan tambah sakit. Selama sebulan itu 3 dokter umum yg berbeda semuanya fokus menyembuhkan batuk saya. Saat itu saya bingung mau ke spesialis apa, karna saat saya dibawa ke UGD dokernya menanyakan apakah saya bermata minus (ya). Yg sudah saya lakukan: 1. Cek thorax (negatif tb) 2. Cek darah (hemoglobin 11.4, lekosit 9.8, trombosit 384, hematokrit 34, eritrosit 3.78) 3. Rontgent paru (kata dokter hasilnya Bagus) 4. Rontgent sinus Terakhir saya kontrol ke dokter mata dan THT, dokter mata bilang mata saya masih Bagus. Dokter THT mengatakan ada lendir berwarna kuning, lalu saya diberi obat-obatan (antibiotik, radang, obat batuk dan obat semprot hidung) saya cerita kalau dulu saya pernah kena sinusitis waktu kecil (tapi belum pernah disinar) kemudian dokter THT memberi surat rujukan ke rehabilitasi medik dan meminta saya untuk di rontgent (rontgent dilakukan sebelum saya minum obat). Seminggu kemudian saya kembali kontrol, dokter kembali memasukan kamera kedalam hidung, hasilnya Bagus, dan keluhan berkurang(napas plong,batuk berhenti), namun hasil foto rontgent menunjukkan bahwa saya mengalami sinusitis (dalam surat rujukan tertulis diagnosa sinusitis maxillaris). Dan dokter tetap menyarankan saya untuk ke rehabilitasi medis (sinar). Yg mau saya tanyakan: 1. Kenapa hasil foto rontgent berbeda dengan hasil nyata dari yg terlihat oleh kamera? Dan apa saya benar-benar harus mengikuti terapi sinar? Apa efek sampingnya? 2. Apakah ada hubungannya antara sakit kepala yang seperti diremas-remas itu dengan batuk pilek/sinus? Karna saat batuk saya tidak/hampir tidak pernah merasakan sakit di dada tapi malah di kepala. 3. Apakah sudah ada penelitian tentang bahaya asap rokok vape? Karna beberapa Bulan ini (sebelum sakit) saya kesulitan menghindar dari asap yg satu itu. Dan apakah sinus saya kembali meradang karna itu? Terima kasih atas jawaban yang akan diberikan.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Penyakit Sinusitis melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sinus merupakan suatu rongga yang terdapat pada belakang hidung, mata dan dahi, dan pada keadaan normal berada pada kondisi steril. Pada keadaan sakit, dinding mukosa sinus mengalami peradangan atau pembengkakan akibat alergi, infeksi, iritasi bahan kimia, yang menyebabkan sumbatan aliran sekresi, dan jika dibiarkan akan menyebabkan timbulnya infeksi bakteri. Cairan yang tertahan tersebut akan memicu Sinusitis.

Terjadinya sinusitis berkaitan dengan 3 faktor di bawah:

sumbatan aliran sinus

gangguan silia, yang berfungsi mengalirkan cairan sinus tersebut

gangguan jumlah dan kualitas cairan mukus

Sebagai akibat dari sumbatan tersebut, maka:

terjadi penumpukan cairan dalam rongga sinus

kurangnya oksigen akibat hidung tersumbat dan kesulitan bernapas

penurunan aktivitas serabut-serabut silia untuk membersihkan rongga sinus, dan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman.

Salah satu rongga sinus yaitu sinus maksilaris secara anatomi lokasinya berdekatan dengan gigi atas bagian belakang. Infeksi pada bagian gigi tersebut dapat menyebar ke bagian lainnya, seperti sinus maksilaris tersebut, sehingga berperan dalam timbulnya sinusitis.

Adapun faktor yang dapat menyebabkan sinusitis antara lain

Kelainan anatomi pada rongga hidung atau sinus

Rhinitis alergi dan non alergi

Asma

Polip nasal

Intubasi nasotrakeal dan nasogastric

Tumor

Penyakit imunologi (seperti imunodefisiensi, defisiensi IgA atau IgG, AIDS)

Cystic fibrosis

Sindrom Kartagener

Wegener granulomatosis

Infeksi saluran pernapasan atas yang berulang

Merokok

Iritan dari lingkungan maupun polusi

Penyakit gigi

Pada prinsipnya, pengobatan sinusitis ditujukan dengan mengatasi penyebabnya. Apakah Anda sudah mengetahui penyebab dari sinusitis yang Anda alami? Apakah alergi atau infeksi? Pada kasus infeksi, faktor penyebab dapat dihilangkan dengan pengobatan antibiotik. Sementara untuk kasus sinusitis akibat alergi, pengobatan medis hanya dapat membantu Anda mengurangi gejalanya, bukan menghilangkan faktor penyebabnya (alergi).

Dalam perjalanannya, apabila sinusitis tidak diobati, infeksi kuman dari sinusitis juga dapat menyebar ke tulang sekitar rongga sinus yang terkena, mata, otak, dan paru. Namun keadaan ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan optimal. Terapi pembedahan jarang diperlukan kecuali telah terjadi komplikasi ke organ sekitar sinus. Gejala yang paling khas adalah pusing, sakit kepala dan pilek.

Untuk itu, perlu konsultasi dengan dokter THT untuk mengetahui penyebab pasti dari sinusitis yang Anda alami dan mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Penyakit Sinusitis. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar