Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Vagina Kering saat Berhubungan

28 May 2017, 21:25 WIB
Pria, 32 tahun.

Dokter saya mau nanya..klu miswa v saat berhubungan kurang mengeluarkan cairan.bagaimana ??kadang cenderung kering

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang Vagina Kering saat Berhubungan melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Vagina kering dapat berarti cairan vagina Anda tidak berproduksi dalam jumlah cukup. Saat terangsang, kelenjar-kelenjar pada vagina akan mengeluarkan sekret/cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan penetrasi. Pastikan foreplay yang dilakukan cukup lama atau dalam bahasa lain dalam waktu cukup untuk membuat Anda terangsang. Cairan vagina akan lebih banyak lagi apabila Anda orgasme terlebih dahulu atau sebelum penetrasi dilakukan.

Salah satu penyebab paling umum dari vagina kering adalah penurunan kadar estrogen saat menopause, setelah melahirkan, atau selama menyusui. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi ke panggul juga dapat menyebabkan estrogen menjadi rendah. Selain itu, vagina kering dapat dipicu oleh hal-hal berikut ini:

Obat
Obat yang mengandung antihistamin serta obat asma dapat membuat efek produksi pelumas menjadi rendah, sehingga vagina pun mengalami kekeringan.
Gairah yang tidak memadai
Dalam beberapa kasus, vagina kering dapat disebabkan oleh rendahnya libido atau masalah seksual dengan pasangan. Jika pasangan memiliki masalah seksual yang buruk dan ejakulasi dini, dapat berkontribusi juga terhadap kekeringan vagina.
Iritasi
Beberapa wanita alergi terhadap bahan kimia seperti sabun, produk kebersihan, pewarna, dan parfum. Alergen lain juga meliputi pelumas dan benda-benda yang dapat ditempatkan di dalam vagina.
Gangguan cemas
Faktor psikologis dan emosional seperti stres dan kecemasan juga dapat mendatangkan malapetaka pada hasrat seksual serta menyebabkan vagina kering.
Vagina kering yang diakibatkan perubahan hormonal dapat diatasi dengan terapi estrogen. Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan pengobatan estrogen melalui vagina. Di samping terapi tersebut, ada beberapa pendekatan lain yang dapat membantu keluhan vagina kering, terutama untuk menghindari hubungan seksual yang tidak nyaman:

Pelumas
Kondisi vagina yang kering dapat membuat momen bercinta jadi menyakitkan. Namun, Anda bisa menggunakan pelumas tambahan untuk mengatasinya. Beberapa tipe pelumas di antaranya pelumas berbasis air, silikon, minyak alami, dan lain-lain.
Pelembap
Pelembap vagina dapat menjadi cara yang efektif untuk meminimalkan kekeringan vagina selama beberapa hari, dengan satu kali pemberian.

Vagina yang kering merupakan kondisi yang umum terjadi, namun hal tersebut dapat menurunkan kualitas hubungan Anda bersama pasangan. Apabila cara-cara seperti pemberian pelumas dan pelembap tidak juga mempan mengatasi kekeringan vagina, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk penanganan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Vagina Kering saat Berhubungan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar