Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Nyeri Saat Berhubungan Intim

28 May 2017, 10:54 WIB
Wanita, 30 tahun.

Salam dok.. Saya mau konsultasi tentang seputar intim dok.. 5 hari lalu saya berhubungan intim dgn suami dalam keadaan keputihan (menjelang haid) dan itu mengakibatkan rasa yg tdk nyaman bagi saya. Bkn tdk nyaman lagi bahkan itu menyakitkan bagi miss v saya.. Besoknya keluar darah haid tapi ga normal seperti bln biasanya. Darah agak segar disertai kram perut, miss v saya juga bengkak akibat hub kmarin.. Sekarang dah berhenti haid tapi rasa nyeri di perut masih ada.. Kadang di iringi perasaan mau buang air besar tapi tidak juga keluar.. Ini apakah berbahaya dok? Terimaksih pencerahannya.. Salam

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kaish telah bertanya melalui layanan e-konsultasi Tanya Dokter klikdokter.com

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Tentunya hal ini sangat mengganggu bagi pasangan suami istri.

Dispareunia ini dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
  2. Kurang 'foreplay' atau 'pemanasan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
  3. Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  4. Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  5. Infeksi pada vagina
  6. Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
  7. Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Apabila keluhan nyeri saat berhubungan intim dan nyeri perut berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, berkonsultasilah ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia yang ada disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, infeksi, dan lainnya.

Berbahaya atau tidaknya tergantung dari penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.

Semoga Bermanfaat

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar