Sukses

Pedas di Kerongkongan

27 May 2017, 23:56 WIB
Pria, 25 tahun.

Halo dok Saya andry Sudah hampir 3 minggu saya sudah tidak merasakan pedas di mulut, mungkin merasakan sedikit. Tetapi saya lebih merasakan pedas atau hangat di bagian tenggorokan sampai ke dada setiap makan yang pedas. Itu kenapa ya dok? Saya seorang perokok tetapi saya bisa berhenti merokok selama 6 bulan atau bahkan setahun dan kemudian merokok selama 1 minggu dan berhenti lagi. Terimakasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk bertanya mengenai pedas di kerongkongan

Dari gejala yang Anda sebutkan, kemungkinan yang Anda alami adalah GERD. Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

Berhenti merokok total

Hindari stres

Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.
Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Lakukan pengobatan secara teratur dan lakukan saran-saran di atas untuk mengurangi gejala GERD. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam.

GERD yang tidak diobati barret's esofagus dapat berpotensi menjadi kanker. Barrets esofagus merupakan komplikasi dari penyakit gastro-esophageal reflux disease (GERD). Barret's esofagus ini merupakaan perlukaan/kelainan pada lapisan esofagus/kerongkongan akibat paparan asam lambung dalam waktu lama.


Demikian informasi  mengenai rasa pedas di kerongkongan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar