Sukses

Tip Meningkatkan Kualitas Sperma

27 May 2017, 12:44 WIB
Pria, 27 tahun.

Bagaimana cara agar sperma lebih kental yaa dok??? Mohon info ny

Terimakasih telah bertanya tentang kualitas sperma melalui fitur Tanya Dokter.

Cairan sperma normal berwarna putih keabuan dengan konsistensi seperti gel. Volume normal cairan sperma dalam satu kali ejakulasi adalah 2-5 mL.

Berikut adalah beberapa penyebab cairan sperma sedikit:

  1. Sering melakukan masturbasi atau berhubungan seksual. Masa hidup sperma adalah 2-3 hari, sehingga bila dilakukan lebih dari 1x dalam sehari, cairan sperma yang dikeluarkan akan cenderung encer dan berwarna bening. Penyebab ini bukan berarti sperma yang dihasilkan berkualitas jelek.
  2. Oligozoospermia, di mana jumlah hitung sperma kurang dari 15 juta per ml cairan sperma. Untuk kasus ini, jumlah sperma memang cenderung sedikit setiap kali ejakulasi. Penyebabnya paling sering adalah kekurangan Zinc.
  3. Defisiensi fruktosa akibat diet yang salah atau olahraga berlebihan dapat membuat cairan sperma encer. Solusinya adalah dengan mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayur.
  4. Ejakulasi retrograde di mana cairan sperma tidak ada atau hanya sedikit sekali saat ejakulasi.

Selain kekentalan dan volume, kualitas sperma ditentukan oleh jumlah, pergerakan dan bentuk sperma.

  • Jumlah. Seorang pria dianggap subur/fertil apabila jumlah spermanya paling sedikit 15 juta/mL per kali ejakulasi. 
  • Pergerakan/motilitas. Agar dapat mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus berenang melalui saluran reproduksi wanita yang berkelok-kelok, hal ini disebut dengan motilitas. Seorang pria dianggap subur/baik apabila paling sedikit 40% sperma bergerak dan gerakannya cepat dan lurus.
  • Bentuk/morfologi. Sperma normal memiliki kepala yang lonjong dan ekor yang panjang. Walaupun ini merupakan faktor yang kurang penting dibandingkan jumlah dan pergerakan, seorang pria dianggap lebih subur bila sebagian besar sperma bentuknya normal.

Berikut adalah cara-cara alami untuk memproduksi sperma yang sehat:

  • Pertahankan berat badan yang sehat/ideal. Berat badan yang berlebih berhubungan dengan menurunnya jumlah sperma dan pergerakan sperma.
  • Konsumsi makanan yang sehat. Makanlah berbagai macam sayur dan buah, yang kaya antioksidan, sehingga dapat memperbaiki kesehatan sperma.
  • Cegah infeksi menular seksual. Infeksi seperti klamidia dan gonore/kencing nanah, merupakan salah satu sebab ketidaksuburan pria. Karena itu, dihimbau agar setia pada satu pasangan seksual dan gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.
  • Kelola stres. Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang diperlukan untuk memproduksi sperma.
  • Bergerak. Aktivitas fisik sedang dapat meningkatkan enzim yang bersifat antioksidan, sehingga melindungi sperma dari kerusakan.
  • Hindari merokok. Jumlah sperma pria yang merokok cenderung lebih sedikit daripada yang tidak. Selain itu asap rokok juga menurunkan pergerakan sperma dan membuat bentuknya abnormal.
  • Batasi konsumsi alkohol. Alkohol yang berlebihan dapat menurunkan produksi testosteron, menyebabkan impotensi dan menurunkan produksi sperma.
  • Obat-obatan seperti obat kemoterapi, obat darah tinggi tertentu, antidepresan, antiandrogen, dan steroid anabolik dapat menganggu kesuburan. 
  • Waspada racun. Paparan terhadap pestisida, timbal, dan racun lain dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Gunakan selalu pakaian dan alat pelindung apabila harus berkontakan dengan bahan-bahan kimia.
  • Usahakan area kelamin pada suhu yang nyaman. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu produksi sperma. Salah satu caranya dengan menggunakan pakaian dalam yang tidak ketat, kurangi waktu duduk, hindari sauna, serta membatasi paparan testis terhadap benda-benda yang hangat (seperti laptop).

Baca juga: Catat! 10 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma.

Kapan harus ke dokter?

Apabila setelah mencoba berbagai cara di atas hasil pemeriksaan tetap sama, konsultasikan kepada dokter spesialis andrologi untuk mencari penyebab dan penanganan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kualitas sperma. Semoga bermanfaat. (FA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar