Sukses

Keputihan Setelah Menstruasi, Normalkah?

27 May 2017, 20:17 WIB
Wanita, 21 tahun.

Selamat pagi dok.. Mau tanya.. biasanya penyebab keputihan itu karna apa yahh... Kenapa saya ketika masa menstruasi sudah selesai pasti selalu keputihan.. Apakah keputihan itu hal yang biasa atau tidak ya ..? Terimakasih sebelumnya dok

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai keputihan setelah menstruasi melalui fitur Tanya Dokter. 

Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. 

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan vagina setelah periode menstruasi merupakan hal yang wajar ditemukan. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir. Yang perlu dilakukan adalah dengan lebih menjaga kebersihan dan kekeringan daerah kemaluan istri Anda dengan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab. Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam. Hindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan Anda. Dan apabila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Apabila cairan yang keluar tampak berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, segera periksakan kondisi Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Bagaimanapun, evaluasi sebaiknya tetap dilakukan untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab keluarnya cairan dari vagina tersebut. Cairan tersebut akan diambil untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Apabila benar ditemukan adanya infeksi, dokter akan memberikan terapi antikuman yang disesuaikan dengan kuman penyebabnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu

0 Komentar

Belum ada komentar