Sukses

Pemeriksaan Analisis Sperma

27 May 2017, 18:23 WIB
Pria, 34 tahun.

Dok apakah obatnya azzosperma?

Terima kasih telah bertanya mengenai pemeriksaan analisis sperma menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kualitas sperma dapat diketahui melalui analisis sperma. Melalui analisis sperma, pemeriksa dapat mengetahui jumlah sperma, pergerakan sperma apakah aktif bergerak atau diam di tempat, dan bentuk sperma apakah ada gangguan bentuk atau tidak. Semua hal ini tidak dapat diketahui dengan pemeriksaan dengan sekedar melihat sperma dengan mata saja karena memerlukan pewarnaan dan penggunaan mikroskop.

Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Secara normal pada saat ejakulasi, akan dikeluarkan cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Sperma ini dihasilkan oleh testis dan baru akan dikeluarkan bersama dengan air mani saat ejakulasi.

Cairan mani (semen) yang normal umumnya berwarna putih atau keabu-abuan. Namun warna semen dan konsistensi dapat bervariasi tergantung usia, makanan dan frekuensi ejakulasi. Pada awal ejakulasi, semen terlihat tebal dan lengket, namun akan mencair 20-30 menit kemudian.

Seperti yang telah kami sampaikan bahwa kualitas sperma paling baik diketahui dengan melakukan analisis sperma. Ciri sperma yang baik atau normal (normospermia) dapat diketahui melalui pemeriksaan analisa sperma dengan ketentuan memiliki jumlah yang normal (N: >20 jt/cc), gerakan normal (N:>50%), dan bentuk sperma normal (N:>30%).

Jika terdapat gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

Kelelahan
Tidur yang kurang
Kegemukan
Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
Ketidakseimbangan hormon testosteron
Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)
Infeksi saluran reproduksi
Kelainan kromosom

Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi untuk dilakukan wawancara medis, pemeriksaan fisis, serta pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan guna menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai bagi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai pemeriksaan analisis sperma, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar