Sukses

Cara Melancarkan Produksi ASI

27 May 2017, 12:53 WIB
Wanita, 22 tahun.

Maaf dok saya mau tanya.saya baru melahirkan 1 bulan yg lalu.dan di hari pertama saya lahiran saya di sarankan untuk melakukan IMD sampai 3 hari.dan di hari ke 2 saya di sarankan untuk menggunakan susu formula karena asi belum juga keluar.pihak rumah sakit takut kalau bayinya akan menguning jika belum keluar juga asinya.dan di hari ke 4 saya baru merasakan payudara saya penuh.namun setiap saya kasihkan ke debay dia selalu seperti malas menghisap,ngantuk dan malah tertidur.namun ketika saya letakkan dia menangis.dan saya terpaksa tetap pakai susu formula sampai detik ini.dan yang jadi masalah kenapa ya sampai hari ini sudah 1 bulan asi saya masih sangat sedikit.padahal setiap hari saya makan sayuran,pelancar asi juga minum,bahkan jamu.kenapa ya dok?

Terima kasih telah bertanya mengenai melancarkan ASI menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kualitas ASI dipengaruhi oleh kesehatan ibu secara menyeluruh, termasuk juga mutu dari asupan makanan dan kecukupan istirahat. ASI bukan langsung berasal dari bahan yang ada di perut, namun diolah terlebih dahulu sehingga merupakan bahan yang bergizi (nutrien) yang dihantarkan melalui darah. Bila bayi menunjukkan alergi, ibu harus hati-hati dalam memilih makanan. Demikian pula dengan obat-obatan, sepanjang Ibu meminum obat sesuai dengan anjuran dokter, tidak ada yang perlu Ibu khawatirkan mengenai pengaruh obat terhadap kualitas ASI. Produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis si ibu. Bila hati ibu tenang, bahagia, maka produksi ASI akan berlimpah. Kemungkinan hanya 1 dari 1000 wanita yang benar-benar tidak dapat menyusui. Untuk itu Anda tidak perlu khawatir. Persiapan dengan suplemen ASI tidak dilarang namun hal yang terpenting sebenarnya lebih terletak pada kondisi psikis dan juga rangsang hisap bayi.

Saat pemberian ASI, hisapan bayi dapat merangsang produksi hormon prolaktin (hormon yang dapat merangsang pengeluaran ASI). Sedangkan jumlah prolaktin yang diproduksi akan tergantung dari frekuensi dan intensitas hisapan bayi Anda.

Asupan nutrisi yang tepat merupakan hal yang sangat penting pada fase menyusui. Hal ini bukan hanya untuk kebutuhan ibu, tetapi untuk bayi yang bergantung penuh pada air susu ibu (ASI) pada awal kelahiran hingga bayi usia 6 bulan idealnya. Karena itu, ibu harus meyakinkan kalau ASI-nya mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah melalui diet. Bagaimanakah cara diet yang benar bagi ibu menyusui?

Menambah asupan kalori. Sebagian besar ibu menyusui memerlukan 500 kalori ekstra dari jumlah asupan kalori normal mereka sebelum masa kehamilan. Tetapi, kebutuhan setiap individu tetap bergantung pada metabolisme dan aktivitas fisik mereka. Pakar nutrisi menganjurkan agar ibu menyusui mengonsumsi 2.700 kalori per hari. Akan tetapi, studi-studi terbaru menemukan kalau ibu menyusui memerlukan asupan kalori sekitar 2.200 kalori per hari, sekitar 15% lebih sedikit dari anjuran pakar nutrisi. Makanan apa saja yang bernutrisi? Anda bisa mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber kalori yang rendah lemak, kaya vitamin, mineral, dan serat. Pastikan juga menambah asupan makanan yang kaya vitamin A seperti wortel, bayam, ubi jalar, dan semangka.

Karbohidrat. Ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi 6-11 takar biji-bijian. Sebaiknya pilih yang whole grain karena mengandung lebih banyak nutrisi (vitamin dan mineral) serta membantu mencegah konstipasi.

Asupan protein. Ada baiknya menambah asupan makanan yang kaya protein. Berdasarkan anjuran, Anda sebaiknya mengonsumsi 1 gram protein untuk setiap 1/2 kilogram berat badan per hari. Pastikan memasukkan protein dalam dua kali makan setiap harinya. Anda bisa memilih sumber protein dari daging, unggas, makanan laut, telur, kedelai, kacang-kacangan, tahu, serta produk-produk susu.

Kalsium. Sama seperti masa kehamilan, kebutuhan kalsium selama menyusui tetap tinggi. Teruskan mengonsumsi paling tidak 3-4 makanan kaya kalsium setiap hari. Ibu yang masih berusia remaja sebaiknya mengonsumsi 4-5 takar. Hasil studi menemukan, asupan kalsium tinggi selama menyusui terbukti mengurangi risiko osteoporosis di usia selanjutnya. Anda bisa mendapatkan kalsium dari produk-produk susu. Selain kalsium, susu dan produk susu juga mengandung protein, vitamin, dan mineral.

Perbanyak air. Saat menyusui, ibu biasanya cenderung lebih cepat haus. Hal ini karena tubuh menggunakan air untuk pembentukan susu. Karena itu, sangat penting untuk menambah asupan air. Usahakan minum 2.25-2.7 liter sehari.

Selain itu, berikut beberapa hal yang perlu Anda ingat:

Batasi asupan gula, garam, lemak dan makanan olahan. Sangat tidak bijaksana menggantungkan asupan makanan dari junk food di saat menyusui. Anda sebaiknya menerapkan pola diet yang rendah lemak dan tinggi serat.

Hindari asap rokok karena hal ini bisa mengurangi produksi ASI dan pastikan menghindari asap rokok karena bisa mengganggu perkembangan paru-paru bayi.

Jauhi alkohol, karena alkohol bisa menghambat pertumbuhan buah hati Anda.

Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan apa pun.

Hindari penurunan berat badan drastis selama masa menyusui. Banyak ibu baru melahirkan yang ingin cepat-cepat MENURUNKAN BERAT BADAN karena mengimpikan bentuk tubuh sebelumnya. Tetapi, menurunkan berat badan dengan mengurangi aspan kalori secara drastis akan mengurangi produksi susu. Perempuan dengan berat badan normal sebelum kehamilan dianjurkan menurunkan berat badan tidak lebih dari 1 kg per bulan setelah bulan pertama menyusui. Sedang perempuan yang kelebihan berat badan bisa menurunkan hingga 2 kg sebulan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai melancarkan ASI, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar