Sukses

Pembersih Telinga Elektrik, Amankah?

27 May 2017, 10:31 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok Alat Pembersih Telinga WAX VAC aman kah? lebih aman dari cutton bat

Terima kasih telah bertanya tentang alat pembersih telinga melalui fitur Tanya Dokter. 

Kotoran telinga atau serumen diproduksi oleh kelenjar minyak yang berada di dalam liang telinga. Serumen ini berfungsi untuk menangkap debu atau partikel kecil yang berpotensi merusak atau menyebabkan infeksi agar tidak masuk ke dalam telinga. Jadi sebetulnya serumen dihasilkan untuk melindungi telinga.

Hal yang perlu diketahui adalah, untuk kebanyakan orang, telinga mungkin tidak perlu dibersihkan karena telinga dapat membersihkan kotoran dengan sendirinya. Secara alami serumen yang terdapat di dalam liang telinga akan berjalan menuju ke bagian luar dari telinga, proses ini dibantu oleh proses regenerasi sel yang perlahan mengarah kebagian luar ditambah dengan gerakan rahang saat kita mengunyah dan berbicara. Saat serumen telah mencapai area yang dapat dilihat, bersihkanlah dengan menggunakan handuk lembut.

Adapun berikut adalah hal yang perlu diketahui mengenai menjaga kebersihan telinga:

1. Gunakan Kain atau Tissue. Jangan Menggunakan Cotton Bud.

Bersihkan bagian luar telinga (hanya bagian luar, tidak mengorek bagian dalam) dengan tissue atau kain bersih yang berbahan halus. Sumbatan atau gumpalan serumen biasanya terjadi akibat penggunaan cotton bud atau pinset telinga untuk membersihkan telinga. Penggunaan cotton bud justru akan mendorong serumen masuk ke dalam dan dapat menyebabkan cedera pada gendang telinga. Penggunaan cotton bud, hanya untuk pada bagian daun telinga (luar) saja dengan cara mengusap perlahan.

2. Cairan Pelunak Serumen

Untuk serumen yang keras dan padat, masukan cairan untuk melarutkan serumen ke dalam liang telinga. Anda dapat menggunakan baby oil, mineral oil, glycerin, tetes telinga berbahan peroxida, hydrogen peroxide dan larutan garam. Meskipun beberapa produk dijual bebas dan mudah ditemui di pasaran, untuk penggunaan cairan pelunak serumen sangat disarankan pengunaannya atas penilaian dokter sebelumnya.

3. Irigasi

Irigasi dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan spuit/suntikan yang telah diisi air atau larutan salin/garam. Gunakan air hangat atau sesuai dengan suhu tubuh untuk mencegah pusing. Irigasi dilakukan setelah serumen dilunakkan dengan cairan pelunak serumen. Irigasi tidak boleh dilakukan pada orang yang dicurigai memiliki perforasi (lubang) di gendang telinga.

4. Menggunakan Alat

Serumen dapat diangkat dengan alat khusus yang biasanya dimiliki oleh dokter, seperti sendok serumen, forsep, atau alat penghisap. Untuk penanganan ini dapat dilakukan dengan kunjungan ke dokter spesialis THT setelah adanya pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter yang berkompetensi. Penggunaan alat penghisap ini tanpa diawasi oleh dokter yang berkompetensi dikhawatirkan dapat menimbulkan barotrauma (trauma akibat perbedaan tekanan), misalnya akibat penggunaan yang tidak tepat. Oleh sebab itu kami tidak menyarankan penggunaan alat penghisap seperti ini tanpa pengawasan ahlinya (dokter spesialis THT).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai alat pembersih telinga. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar