Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Orientasi Seksual

27 May 2017, 08:07 WIB
Pria, 31 tahun.

Salam, dok saya mau nanya tentang penyimpangan seksual gadis abg, sebut saja namanya andien, umur 15, tinggal di pondok yg membatasi hubungan antara laki-laki Dan perempuan, kesehariannya dia bergaul dgn kawan perempuannya layaknya perempuan biasa. namun dia sangat akrab dgn salah satu dari perempuan tersebut yg umurnya kira2 19 thn. Perempuan ini tidk tinggal 24 jam di pondok, karena dia sekolah sampai dengan tengah hari. karena merasa curiga dengan kedekatan tersebut akhirnya saya tanyakan kepada kedua gadis tersebut sejauh mana kedekatan mereka,saya menanyakan nya secara terpisah, cuma andien yg mengakui kalau mereka pernah pelukan, ciuman bibir, saling meremas Dan menghisap payudara, saling memasukkan jari ke kelamin kawannya Dan terjadi berulang Kali selama 1 bulan ini. Namun andien mengakui kalau yang dia lakukan karena merasa enak/nikmat bukan karena jatuh cinta, dia masih suka sama laki2 katanya. Yang ingin saya tanyakan apakah mungkin dia mlakukannya hanya karena rasa enak tanpa rasa cinta?

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan E-konsultasion Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran anda.

Perlu diketahui, orientasi seksual atau LGBT merupakan ketertarikan secara emosional, romantis, dan afeksionis terhadap manusia lain.

Menurut APA (American Psychological Association), orientasi seksual tidak dapat dipilih oleh manusia.
Secara singkat, orientasi seksual terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:

Heteroseksual: tertarik pada lawan jenis
Homoseksual: tertarik pada sesama jenis
Biseksual: tertarik pada sesama dan lawan jenis

Pada data yang anda sampaikan, terlihat anak wanita tersebut memiliki orientasi biseksual. Anak wanita tersebut dapat mengalami kepuasan sexual terhadap sesama jenisnya, tetapi masih dapat menyukai lawan jenisnya.

Sebenarnya, penyebab orientasi seksual setiap orang berbeda-beda masih belum diketahui secara pasti. Namun faktor-faktor di bawah ini dituding menjadi yang paling memengaruhi:

Genetik

Hormon yang tidak seimbang di dalam tubuh disebut-sebut sebagai pemicunya. Karena pada dasarnya, naluri orientasi seksual berkembang sebelum pubertas atau sebelum seseorang mengalami pengalaman seksual.
Lingkungan

Beberapa di antara mereka yang homoseksual atau biseksual mengaku bahwa pergaulan memengaruhi mereka untuk memiliki orientasi seksual yang demikian. Selain itu, orangtua yang sering kali bertengkar, cerai atau kekerasan dalam rumah tangga juga diduga turut berperan dalam hal ini.

Pengalaman traumatis

Pengalaman buruk di masa lalu yang terus melekat di dalam hati dan menimbulkan trauma juga dituding menjadi penyebabnya. Misal, pelecehan seksual atau kekerasan yang dialami seseorang.
Meski sulit, namun kelainan orientasi seksual tentu dapat diubah. Anda harus terus berupaya sebisa mungkin untuk kembali ke jalan yang sebenar-benarnya.

Pasalnya, orientasi seksual yang tidak semestinya meningkatkan risiko angka penularan penyakit seksual. Faktanya, mereka yang gay lebih berisiko tertular penyakit IMS (infeksi menular seksual), serta HIV/AIDS. Ini sama berbahayanya dengan mereka yang sering berganti-ganti pasangan.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar orientasi seksual.

Semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar