Sukses

Keputihan Saat Memakai KB IUD

26 May 2017, 20:06 WIB
Wanita, 38 tahun.

Dok, saya mau tanya.. Awalnya saya kan pake KB IUD.. Tp setelah 3 tahun, saya buka krn terjadinya keputihan yg bikin gatal. Tp mpe skrg setelah 9 bulan sy tanpa kb keputihan tak kunjung hilang, walau tak separah ketika masih menggunakan IUD. Mohon petunjuk dokter, bagaimana cara mengatasinya..? Tks dok..

Terimakasih telah mengajukan pertanyaan mengenai keputihan saat memakai IUD melalui fitur Tanya Dokter. 

Setiap cairan (selain darah) yang keluar dari vagina umumnya disebut keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, baik secara fisiologis/normal maupun secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan penggunaan kontrasepsi dalam rahim (Intrauterine Device/IUD). Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu yang umumnya disebabkan oleh infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas bahwa keputihan merupakan salah satu efek samping yang sering ditemukan pada perempuan yang menggunakan IUD, seperti yang dialami oleh istri Anda saat ini. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir. Namun tetap perlu diperhatikan mengenai kebersihan dan kelembaban daerah kemaluan istri Anda dengan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab. Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Apabila ingin menggunakan panty liner hendaknya dipilih yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam. Hindari produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan kuman dalam liang vagina istri Anda. Dan apabila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk kering.

Apabila cairan yang keluar tampak berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, segera periksakan istri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Bagaimanapun, evaluasi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan ada/tidaknya infeksi pada liang vagina istri Anda melalui pemeriksaan cairan keputihan menggunakan mikroskop. Terapi antikuman baru dapat diberikan dan ditentukan sesuai hasil pemeriksaan tersebut.

Adapun pada penggunaan IUD, infeksi dapat menyebar hingga saluran reproduksi bagian atas dengan risiko dua kali lebih besar. Sehingga kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungannya agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh agar dapat diberikan penanganan yang optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan mengenai keputihan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar