Sukses

KB

27 May 2017, 03:03 WIB
Wanita, 20 tahun.

Pgiii dokk Dokk saya mau bertanya apabila wanita sudah menikah dan memiliki anak apakah harus di KB wajibb atau tidakk yaaa kb itu dan knph rata2 wanita klo KB jdi gemukk dan bulatt saya takut nnti sprti itu dan tidak di ijinkan oleh calon saya terima ksih dokk

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan E-konsultasion Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran anda.

Pertama saya sampaikan berbagai macam pilihan kontrasepsi.

Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah metode untuk mencegah terjadinya kehamilan. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah kehamilan, dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya.

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim dengan memakai alat atau obat-obatan. Kontrasepsi dapat reversibel (spacing) atau permanen (kontrasepsi tetap-kontap). Kontrasepsi yang reversibel adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.

Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu

- metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma

- metode mekanik seperti IUD;

- metode hormonal seperti pil,

- metode operatif seperti tubektomi dan vasektomi. 

 

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.

Namun, kadang efek samping pemakaian kontrasepsi ini yang tidak disukai wanita. Hal ini disebabkan perubahan hormonal. Mulai dari wajah berjerawat, sakit kepala, badan bertambah gemuk, rasa nyeri sampai perdarahan. Meskipun sekarang sudah ada metode kontrasepsi yang minim efek samping. Untuk yang ingin menghindari efek samping kontrasepsi, bisa mencoba cara alami dengan memanfaatkan masa subur. Pendekatan dengan kombinasi berbagai indikator, umumnya kombinasi suhu dan lendir merupakan metode yang sangat efektif, bahkan bila dilakukan dengan benar dapat mencegah kehamilan hingga 98%.

Jika ingin menunda kehamilan, maka hindari berhubungan intim pada masa subur sang istri atau menggunakan pelindung seperti kondom. Cara lain yang cukup digemari pasutri adalah sanggama terputus. Tentu hal ini tergantung dari kebiasaan dan disesuaikan dengan kenyamanan pasutri. 

 

Tentunya anda memiliki hak untuk menentukan apakah akan menggunakan KB  dan metode KB mana yang anda akan pilih sesuai kebutuhan anda bersama pasangan.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar KB.

Semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar