Sukses

Refluks Asam Lambung

27 May 2017, 01:35 WIB
Pria, 42 tahun.

Selamat pagi dok, Semenjak saya kerja di jakarta 1 tahun yang lalu kemungkinan karena kecapean dan stres , Ulu hati saya kalau ditekan agak sakit dan kalau berolahraga seperti badminton nafas saya pendek cepet cape dan jantung bersabar dan kalau berbicara terlalu banyak juga suka kehabisan nafas. Masalah ini berlanjut setelah saya pindah ke bandung. Mohon bantuannya dan solusinya kira kira saya sakit apa ya dok? Terimakasih Salam

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan E-konsultasion Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran anda.

Akibat stres yang timbul dapat menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung. Sebagai kelanjutan peningkatan asam lambung adalah terjadinya refluks asam lambung (GERD).

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut. Gejala sampingan peningkatan asam lambung adalah nyeri ulu hati, kembung, sering bersendawa, dada terasa terbakar, sesak, mual muntah dll.

Sebaiknya Anda juga melakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram) untuk memastikan kondisi jantung Anda.

Pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk terapinya.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan.

Semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar