Sukses

Nyeri Dada dan Panas

26 May 2017, 21:44 WIB
Pria, 39 tahun.

Dok z mau brtanx klu sakit nyeri di bag dada dan terasa panas skali.itu gejala apa dok?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter,

Dada panas memiliki beberapa penyebab, bisa dari otot, tulang, jantung, paru dan lambung. Untuk menentukannya diperkukan pemeriksaan fisik langsung. Seberapa sering Anda mengalaminya? Adakah gejala lain seperti batuk, penurunan berat badan, nyeri ulu hati, mual, muntah, rasa asam di tenggorokan? Sudahkah Anda memeriksakan diri ke dokter? Apakah disertai dengan gejala sesak nafas? Berhubung umur Anda yang masih muda bisa saja salah satu kemungkinan penyakit yang dapat menyebabkan keluhan ini berasal dari organ lambung, salah satunya GERD.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

Berhenti merokok

Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
nitrat

anti-kolinergik

antidepresan tricyclic

NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Namun, tentu ini bukanlah diagnosis pasti, hanyalah sebuah kemungkinan, karena diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan langsung. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, kami menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam, berhubung masih ada beberapa penyebab keluhan sesak dan nyeri dada.


Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar