Sukses

Menopaus

26 May 2017, 21:59 WIB
Pria, 41 tahun.

Apakah monopouse bisa trjadi pd usia 41 atau 42 thn ?

dr. Aldo Ferly

Dijawab Oleh:

dr. Aldo Ferly

Terima kasih telah bertanya seputar menopaus ini melalui fitur Tanya Dokter.

Menopause adalah bagian dari periode transisi perubahan masa reproduktif ke masa tidak reproduktif. Menopaus ini dapat terjadi pada usia 41-42 tahun meskipun dari penelitian didapatkan bahwa usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun. Menopause tidak dapat dhindari karena ini merupakan perjalanan alami seorang wanita yang pasti akan dihadapi, namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya.

Gejala
Gejala-gejala yang normal dialami pada masa menopause dan cara menanganinya adalah :

Hot flashes
Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.

Kekeringan pada vagina
Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen. Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter

Gangguan tidur
Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur

Gangguan daya ingat
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu

Perubahan mood
Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu

Penurunan keinginan berhubungan seksual
Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu

Gangguan berkemih
Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Hal tersebut diatasi dengan latihan panggul (pelvic floor exercise) atau Kegel. Kontraksikan otot panggul seperti ketika sedang mengencangkan atau menutup vagina atau membuka anus (dubur). Tahan kontraksi dalam 3 hitungan kemudian relaksasikan. Tunggu beberapa detik dan ulangi lagi. Lakukan latihan ini beberapa kali dalam sehari (dengan total 50 kali per hari) maka dapat memperbaiki kontrol kandung kemih

Perubahan fisik lainnya
Distribusi lemak tubuh setelah menopause menjadi berubah, lemak tubuh pada umumnya terdeposit pada bagian pinggang dan perut. Selain itu terjadi perubahan di tekstur kulit yaitu keriput dan jerawat. Sejak meopause, badan wanita menghasilkan sedikit hormon pria testosteron yang mengakibatkan beberapa wanita dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian dagu, bagian bawah dari hidung, dada, atau perut.

Bisa saja keluhan Ibu terkait dengan gejala Pre-Menopause atau bisa saja terdapat gangguan lain, oleh karena keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan fisik secara langsung, kami sarankan Ibu melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ibu agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Demikian informasi yang dapat disampaikan seputar menopaus ini. Semoga bermanfaat.
Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar