Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Pasca Menopause, Nyeri Saat Berhubungan Intim

24 May 2017, 11:43 WIB
Pria, 55 tahun.

bagaimama solusi wanita sudah manoupase berhubungan badan lebih nyaman tidak merasa sakit

Terima kasih telah bertanya tentang nyeri saat berhubungan intim pasca menopause melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda mengenai nyeri saat berhubungan intim pasca menopause pasti sangat mengganggu Anda.

Nyeri saat berhubungan intim di dunia medis dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah :

  • Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
  • Kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
  • Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  • Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  • Infeksi pada vagina
  • Luka pada vagina
  • Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
  • Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Hal ini dapat terjadi pada saat melakukan hubungan seksual dapat terjadi karena beberapa faktor, karena masalah psikologis, adanya rasa trauma atau cemas berlebihan atau adanya masalah infeksi pada vagina atau kurangnya foreplay di awal sehingga terjadi kurang lubrikasi pada daerah vagina Anda. Apakah hubungan seksual yang Anda dan pasangan lakukan terasa tidak nyaman atau nyeri?

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk membuat hubungan seksual Anda lebih nyaman, adalah sebagai berikut:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin Anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit penetrasi pada hubungan seksual dapat terjadi.
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina Anda.

Bila dengan cara-cara tersebut keluhan anda tak juga teratasi, maka sebaiknya anda memeriksakan diri langsung kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan mengenai nyeri saat berhubungan intim pasca menopause. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar