Sukses

Ciri Penyakit HIV

26 May 2017, 09:40 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok ciri ciri penyakit hiv gmana ea?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Gejala awal HIV menyerupai penyakit umum sehigga sering tidak disadari penderita. Gejala khas HIV yang dapat dilihat setelah seseorang terinfeksi HIV terjadi setelah bertahun-tahun, sehingga mungkin saja seseorang yang saat ini tidak memiliki gejala sama sekali namun sebenarnya sudah terinfeksi. Ijinkan kami menjelaskan mengenai HIV. Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI) dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan narkoba jarum suntik, dan hindari kontak langsung cairan tubuh dengan penderita HIV.

Perlu diketahui bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah:

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

Nyeri kepala
Diare
Mual dan Muntah
Lelah
Nyeri otot
Nyeri menelan
Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
Demam
Hubungi dokter segera bila merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

Lelah setiap saat
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
Demam > 10 hari
Keringat malam
Berat badan menurun drastic
Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
Sulit bernafas
Diare yang berkepanjangan
Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
Mudah berdarah atau memar
Melihat riwayat teman Anda yang beberapa kali menderita infeksi menular seksual, maka kami sarankan teman Anda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Saat ini telah ada program pemerintah dalam menaggulangi bahaya HIV/AIDS yaitu dengan VCT.

Layanan Konseling dan Testing Sukarela atau VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah program pencegahan sekaligus jembatan untuk mengakses layanan manajemen kasus dan CST (perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA/orang dengan HIV-AIDS). Layanan VCT telah mencakup konseling pre tes, tes HIV dan konseling post tes. Kegiatan tes dan hasil tes pasien harus dijalankan atas dasar prisnsip kesukarelaan dan kerahasiaan.

Program layanan VCT dimaksudkan membantu masyarakat terutama populasi beresiko dan anggota keluarganya untuk mengetahui status kesehatan yang berkaitan dengan HIV dimana hasilnya dapat digunakan sebagai bahan motivasi upaya pencegahan penularan dan mempercepat mendapatkan pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan.

Tujuan program layanan VCT :

Meningkatkan kesadaran populasi beresiko tentang status kesehatan HIV-nya
Meningkatkan kesadaran populasi beresiko untuk membuat keputusan dan mempertahankan perubahan perilaku yang aman terhadap penularan HIV
Meningkatkan jumlah populasi beresiko dan anggota keluarganya dalam upaya mencegah perluasan penularan HIV
Membantu mereka yang teridentifikasi terinfeksi untuk segera mendapat pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan
Yang menjadi target sasaran program layanan VCT :

Pengguna Napza suntik (Penasun atau IDUs)
Pasangan seks tetap dari IDUs yang bukan IDUs
Pekerja seks perempuan langsung
Pekerja seks perempuan tak langsung
Pekerja seks laki-laki
Gay atau LSL
Waria penjaja seks
Pelanggan dari pekerja seks perempuan atau laki-laki
Pasagan tetap dari pelanggan PSK
Layanan VCT ini dapat Anda temui pada puskesmas terdekat atau pada klinik yang mendukung program tersebut. Biasanya memang tidak ada biaya yang dikenakan, namun pada beberapa klinik ada juga yang harus bayar, walaupun biayanya tidak tinggi dan cukup terjangkau. Biasanya disetiap Rumah sakit umum daerah (RSUD) dapat dilakukan pemeriksaan ini. Untuk mencari rumah sakit/ klinik yang terletak di daerah Anda dapat menggunakan layanan cari rumah sakit/klinik di Klikdokter.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar