Sukses

Perut Keroncongan Pada Bayi

25 May 2017, 21:27 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, sy mau tanya, kalau bayi saya perutnya keroncongan terus, padahal sudah mimik asi. Tp asi sy memang tdk deras. Kalau cb di pumping hny dpt sedikit. Bagaimana ya dok, perlukah diberi susu formula? Apa bayi bisa trkena magh? Tp saya ingin sekali bisa Asi ekslusif.

dr. Rio Aditya

Dijawab Oleh:

dr. Rio Aditya

Terima kasih telah bertanya seputar perut keroncongan pada bayi melalui fitur Tanya Dokter

Pemberian susu formula harus menjadi pilihan terakir untuk makanan 6 bulan pertama bayi. Sebisa mungkin, anda berikan ASI. Agar produksi ASI Anda mencukupi, susuilah bayi Anda sesering mungkin, minimal dua sampai tiga jam sekali. Menambah sesi menyusui akan semakin menstimulasi kelenjar susu payudara untuk memproduksi ASI.

Pastikan agar bayi Anda menyusu pada satu payudara hingga terasa “kosong”, baru berpindah ke payudaranya lainnya. Hal ini penting untuk menjamin pengosongan payudara yang optimal, dan agar bayi mendapat baik ASI foremilk maupun hindmilk.

Perbaiki posisi melekatnya mulut bayi dengan puting susu.  Selain itu, ketika hisapan bayi sudah mulai melambat, Anda dapat mengompresi (memencet atau menekan) payudara Anda untuk meningkatkan aliran ASI agar payudara dapat benar-benar dikosongkan.

Anda juga dapat menstimulasi produksi ASI lebih lagi dengan menambahkan sesi memompa ASI di antara dua sesi menyusui. ASI perah (ASIP) dapat disimpan untuk cadangan. ASIP dapat tahan sampai 5 hari di kulkas dan sampai 1 bulan di freezer.

Suplementasi formula dapat dipertimbangkan jika memang dokter memutuskan bahwa bayi Anda butuh tambahan nutrisi selain ASI. Hindari pula penggunaan empeng. Bayi Anda dapat “mengempeng” kepada puting sambil sesekali menghisap, yang juga akan menstimulasi produksi ASI. Istilah maag kurang tepat untuk diberikan kepada bayi, namun karena bayi hanya mendapatkan energi dari ASI, maka tidak heran bayi akan cepat lapar dan apabila perut bayi terlalu kosong maka bisa muncul bunyi seperti keroncongan, selain itu bunyi tersebut juga bisa berasal dari proses pencernaan di usus.

Demikian informasi yang dapat disampaikan seputar meningkatkan perut keroncongan pada bayi, Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar