Sukses

Bagaimana Pengobatan Mioma

24 May 2017, 16:34 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok apa mungkin kista/miom di keluarkan tanpa oprasi?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan tentang gejala mioma rahim.

Mioma rahim berasal dari sel-sel otot rahim yang mulai bertumbuh dan berkembang secara tidak normal, sehingga terbentuklah tumor jinak. Mioma rahim sangat umum terjadi dan dapat dialami pada semua wanita. Penyakit ini sepertinya muncul karena pengaruh hormon wanita seperti estrogen. Dikarenakan tumor ini baru berkembang setelah pubertas, biasanya sesudah usia 30 tahun, kemudian menyusut dan menghilang setelah menopause di mana saat itu kadar estrogen dalam darah telah menurun.

Sering kali, mioma rahim tidak menyebabkan gejala apa pun sehingga kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki mioma rahim. Gejala-gejala yang mungkin timbul karena mioma rahim adalah sebagai berikut:
1. Haid yang memanjang, misalnya lebih lama dari tujuh hari.
2. Perdarahan yang berat saat haid.
3. Rasa kembung dan penuh pada daerah perut dan panggul.
4. Sulit buang air besar.
5. Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Jika keluhan-keluhan ini terus mengganggu, maka seorang wanita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan USG perut – agar mendapatkan diagnosis lebih lanjut dan penanganan yang optimal. Pasalnya, mioma berukuran besar dan menjorok ke dalam rongga rahim dapat menyebabkan gangguan kesuburan hingga masalah dalam kehamilan dan persalinan.

Terapi mioma rahim dibedakan atas dua, yaitu bedah (operasi) dan nonbedah.
Terapi bedah untuk mioma rahim dibagi menjadi dua, yakni:
1. Miomektomi (operasi pengambilan mioma rahim)
Dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda atau masih ingin memiliki anak lagi. Setelah miomektomi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan selama 4-6 bulan karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi. Komplikasi dari miomektomi berupa risiko perdarahan harus dipertimbangkan. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25%.

2. Histerektomi
Pengangkatan rahim keseluruhan yang dipertimbangkan pada wanita yang sudah tidak menginginkan anak lagi, pertumbuhan mioma yang berulang setelah miomektomi, dan nyeri hebat yang tidak sembuh dengan terapi konvensional.

Untuk terapi nonbedah, mioma rahim umumnya ditangani dengan terapi hormonal yang akan memproduksi efek untuk mengecilkan mioma rahim. Namun, tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang gejala mioma rahim. Semga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar