Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini

24 May 2017, 11:42 WIB
Pria, 23 tahun.

dok saya mau tanya, ada masalah apa ya sama penis saya, ngacengnya sulit, uda rada kayak mati deh bs dibilang, trus kalau sudah ngaceng ehh malah ejakulasi, uda mau kluar aja spermanya, jadi ga percaya diri saya, gimna cara menanggulanginya dok???

Terima kasih telah bertanya tentang disfungsi ereksi dan ejakulasi dini melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda mengenai disfungsi ereksi dan ejakulasi dini pasti sangat mengganggu Anda.

Jika yang Anda maksud sulit atau tidak tahan lama atau tidak dapat ereksi, maka mungkin Anda mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat.

 

Ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang umum dialami pria. Kurang lebih 1 dari 3 pria mengalaminya pada satu titik dalam kehidupan mereka. Kondisi ini sesungguhnya bukan suatu penyakit dan dapat diatasi tanpa obat-obatan.

Rata-rata waktu normal dari mulainya penetrasi hingga ejakulasi adalah 5,5 menit, dengan rentang rata-rata 5-7 menit. Seseorang dianggap mengalami ejakulasi dini (ED) apabila ejakulasi terjadi

Penyebab ejakulasi dini (ED) dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab ED primer dan sekunder.

- Pada sebab yang primer, ED terjadi sejak pertama kali aktif secara seksual. Dengan kata lain, dari waktu pertama kali berhubungan seksual selalu mengalami ED. Penyebabnya seringkali bersifat psikologis, termasuk trauma seksual yang pernah dialami.
- Pada yang sekunder, ED terjadi setelah sebelumnya memiliki riwayat ejakulasi yang normal. Penyebabnya bersifat psikologis dan fisik. Penyebab fisik misalnya penyakit diabetes, darah tinggi, konsumsi alkohol berlebihdan dan merokok.

Secara fisik, ejakulasi dikendalikan oleh zat kimia dalam otak, yaitu serotonin. Apabila kadar serotonin Anda terganggu atau tidak bekerja dengan baik, dapat terjadi ejakulasi dini. Alasan lainnya adalah penis yang terlalu sensitif atau terdapat aktivitas refleks abnormal pada sistem ejakulasi Anda.

Kondisi medis lain juga dapat memicu ED, seperti disfungsi ereksi (DE), kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gangguan terkait prostat, dan diabetes.

Sedangkan penyebab psikologis, dapat bervariasi antarindividu. Ini bisa dipicu oleh masalah dalam hubungan suami istri/dengan pasangan seksual, kecemasan, depresi dan stres. Hal ini juga dapat berhubungan dengan pilihan gaya hidup seperti alkoholik, menggunakan narkoba. Ejakulasi dini juga dapat terjadi akibat reaksi emosional dan frustasi personal karena ED yang dialami.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi ED adalah obat-obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors). Namun, penggunaan obat-obat ini sangat ketat dan harus dengan resep dokter. Obat-obat ini diberikan apabila cara-cara alami sudah tidak berhasil.

Banyak pakar merekemondasikan hal-hal berikut untuk membantu mengatasi ED:

- Metode stop-start. Penis distimulasi hingga akan ejakulasi kemudian berhenti. Setelah kembali ke kondisi semula, ulangi lagi beberapa kali bila perlu. Prinsipnya jangan sampai terjadi ejakulasi.
- Metode squeeze, merupakan teknik di mana pria menstimulasi penis sampai merasa akan ejakulasi, kemudian segera berhenti dan tekan kepala penis hingga hasrat dan sensasi seksual menghilang.

Selain self-help di atas, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ED:

1. Komunikasikan dengan pasangan yang Anda alami. Ini akan membuat Anda tahu apa yang pasangan harapkan dari Anda sehingga meningkatkan rasa percaya diri Anda. Ini merupakan kondisi medis dan bukan salah siapapun. Karena itu bila dihadapi bersama-sama akan lebih baik.
2. Kelamin dikitari oleh otot-otot rongga panggul yang juga perlu dilatih. Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot ini sehingga ED dapat dihindari.
3. Tenang dan sabarlah.
4. Kurang tidur dapat menurunkan kadar serotonin otak sehingga tubuh Anda ejakulasi lebih cepat. Karena itu, kecukupan waktu tidur sangat penting.

Apabila cara-cara di atas belum berhasil, konsultasikan dengan dokter spesialis urologi atau andrologi.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan mengenai disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar