Sukses

Nafas Bayi Berbunyi Grok

24 May 2017, 09:36 WIB
Wanita, 25 tahun.

Assalamualaikum dok Saya mau nanya kalau dr lahir nafas nya sesak sampai grok grok tuh kenapa yah dok? Saya udah periksa kebidan kata bidan krna masih ada air ketuban di saluran pernafasaan dok mpe 3 bulan bRu sembuh dok tuh bener ga dok ? Trs saya disuruh ganti susu nya sgm soya kata nya tuh bisa juga alergi saya susu sapi saya asi juga dok krna asi saya keluar nya cuman dkit tp pas saya ganti susu nya pke sgm soya beberapa hari bab nya msih lancar tp kesni sini nya dah 2 hari bab bayi nya mlh susah dok tuh gmn ya solusi nya dok ? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Bunyi "grok" yang berasal dari saluran nafas bayi dapat menunjukkan adanya cairan atau lendir pada paru-pari bayi. Paru-paru memang juga menghasilkan lendir. Bunyi muncul karena produksi lendir meningkat padahal belum bisa mengeluarkannya sendiri, karena refleks batuknya belum bekerja dengan baik.

Produksi lendir meningkat pada umumnya dialami oleh bayi yang memiliki bakat alergi dimana produksi meningkat karena terpapar oleh alergen. Penyebab lain adalah bayi mengalami infeksi virus influenza. Namun, sebetulnya jika napas yang berbunyi tersebut tidak disertai tanda infeksi seperti demam, tidak mengganggu aktivitas bayi sehari-hari, dan tidak menganggu proses menyusui, keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan. Ibu dapat mencoba memiringkan posisi tubuh anak ke kanan untuk mengurangi bunyi yang ada.

Apakah bayi Anda konsumsi susu formula? Karena ada kemungkinan bunyi "grok" tersebut merupakan reaksi dari alergi susu formula yang mengandung protein sapi. Jika bunyi "grok" berlanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Kemungkinan yang lain dari adanya bunyi "grok" adalah adanya kelemahan pada trakea yang merupakan saluran pernafasan. Namun, seiring dengan pertambahan usia bayi Anda maka trakea akan menguat dan bunyi "grok" akan menghilang.

Perlu diperhatikan bayi hingga usia 6 bulan sebaiknya diberi ASI saja, tanpa tambahan sufor atau hal lain. ASI keluar sedikit dapat disebabkan ibu mencampur ASI dengan susu formula, karena produksi ASI akan meningkat jika anak sering disusui. Sebaiknya ibu rutin menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali dengan ASI, ASI eksklusif diberikan hingga anak usia 6 bulan, setelah itu dapat diberikan Makanan Pendamping ASI/MPASI. 

Bagaimana dengan bayi Anda apakah ada keluhan demam, frekuensi nafas cepat, tampak sesak, batuk, pilek? Untuk memastikan penyebabnya sebaiknya periksakan ke dokter spesialis Anak. Jika ada infeksi maka harus segera ditangani. Selain itu Anda dapat membawa bayi Anda jalan di pagi hari antara pukul 6 - 8 pagi.

Baca juga artikel kami:

Cara Menyusui yang Benar

Cara Mengatasi Jumlah ASI Sedikit

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar