Sukses

Penanganan Hidrokel pada Pria Dewasa

24 May 2017, 04:20 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok Agustus kemarin saya ops.varikokel dan operasinya di kantong kemaluan setelah post op saya follow op setiap bulan 4 bulan setelah ops, kemudian pada bulan 3 kemarin saya check up untuk keperluan tes kesehatan, dokter testnya bilang bahwa saya ada hidrokel, nah kemudian saya usg doppler katanya memang ada sekitar 5-10 ml apakah perlu dioperasi dok ?

Terima kasih telah bertanya mengenai hidrokel melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di rongga skrotum . Dalam keadaan normal, terdapat produksi cairan di rongga skrotum yang diimbangi oleh penyerapan kembali oleh sistem limfatik sekitarnya. Kelainan ini ditemukan pada 80-90% bayi laki-laki, 90 -95% di antaranya akan menghilang spontan sebelum usia 2 tahun.  Hidrokel juga ditemukan pada satu dari seratus laki-laki dewasa, biasanya terjadi setelah usia diatas 20 tahun.

Penyebabnya dapat merupakan kelainan bawaan, kelainan yang didapat pada testis atau epididimis (sehingga menyebabkan akumulasi cairan pada rongga skrotum), tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis.

Prinsip utama penanganan hidrokel adalah dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Penanganannya dapat dilakukan dengan metode aspirasi-skleroterapi (menyedot cairan) atau dengan pembedahan.

Penyembuhan pasca operasi hidrokel biasanya cepat, pasien dapat dilakukan rawat jalan 4-6 jam pasca operasi. Namun beberapa kondisi tertentu dapat dilakukan observasi di rawat inap 1-2 hari. Apabila menggunakan drainase, dapat dilepas 48-72 jam pasca operasi karena angka kejadian hematom pasca operasi rata-rata akan muncul pada 48 jam pasca operasi. Pasca operasi, dapat digunakan scrotal support untuk melindungi skrotum dari mobilisasi yang berlebihan. Pada dewasa, aktivitas olahraga harus dibatasi hingga selama 4-6 minggu pasca operasi

Komplikasi tersering pada operasi hidrokelektomi adalah hematoma. Komplikasi lainnya adalah infeksi, bengkak yang persisten, rekurensi dan nyeri kronik.

Kami anjurkan agar Anda berkonsultasi/berdiskusi ulang dengan dokter Anda metode mana yang terbaik. Bila Anda tidak lagi ingin menjalani operasi, ungkapkan sejujur-jujurnya dengan dokter Anda. Bila volumenya tidak besar seharusnya bisa menggunakan metode aspirasi-skleroterapi saja.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar hidrokel. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar